Author's Note

Penerimaan

Tahun ini begitu banyak yang terjadi. Dari yang terjadi itu, mungkin lebih banyak yang tidak diinginkan daripada yang diharapkan. Tetapi hidup harus terus berjalan.

Setelah menyia-nyiakan waktuku hampir sebulan lebih selama Juli ini, aku menyadari satu hal. Satu kunci penting yang seharusnya kumiliki sejak awal; penerimaan atau acceptance.

Sulit menerima hanya akan membuat segalanya makin rumit. Menerima bukan berarti menyerah. Menerima berarti berlapang dada dan rela atas takdir dari Yang Mahakuasa dan terus berusaha sejauh yang kita bisa.

Boleh saja beristirahat, itu hal yang wajar. Boleh berhenti sejenak dan melihat ke belakang. Mempelajari apa yang telah lalu untuk menentukan langkah selanjutnya. Boleh berjalan pelan-pelan, tak perlu terburu-buru atau tergesa. Yang penting bukan bermalas-malasan. Apalagi menyerah oleh keadaan.

Menerima hal-hal yang tidak sempurna. Menerima hal-hal yang kurang. Menerima kalau kita manusia. Penuh alpa dan dosa. Itulah kenapa kita harus senantiasa memohon ampun. Karena kita tahu, karena kita menerima, kalau kita manusia.

Pasti pernah salah, pernah lupa, pernah lelah, pernah marah, pernah gundah, pernah gelisah, pernah merasa tak mungkin bisa melakukan apa-apa, pernah merasa tak mungkin bisa meraih apa-apa.

Tetapi kita juga harus menerima kenyataan, kalau Allah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk, memberikan akal agar bisa membedakan, dan menjadikan kita khalifah di muka bumi.

Masih maukah kita berleha-leha? Meratapi nasib dan menyerah?

Tulisan ini untuk diriku sendiri. Agar aku selalu ingat untuk menerima. Menerima ketentuan Allah dengan sabar dan syukur. Apa pun itu, Allah selalu tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.

Author's Note

Perubahan

Akan ada perubahan untuk blog ini.

I won’t share my monthly journal again, my daily life, and everything about that.

For some private reasons, from now on, I will keep my life in private. But, I promise I will try to keep writing and posting in this blog.

Thank you for all of you who still with me from the start I made this blog (November 2014) until now. Thank you very much for all your supports and attention.

May Allah always protect us and shower us with His blessings. Aamiin. 🙂

Author's Note

Kamu boleh mengganti resolusimu pada tengah tahun…

Pada awal tahun, mungkin kamu menyambut awal dekade ini dengan penuh sukacita.

Rasanya ada begitu banyak hal yang ingin kaugapai dan kaugenggam.

Kamu merasa begitu optimis, yakin pada dirimu sendiri kalau kamu bisa mewujudkan mimpi-mimpimu.

Kemudian, perlahan-lahan segalanya berubah. Kau seolah tak mengenal lagi dunia yang kini kautinggali. Segalanya begitu berbeda.

Sudah berlalu setengah tahun dan mimpimu lebih terlihat menjauh daripada mendekat untuk kaurengkuh.

Kau mulai bertanya-tanya, mengapa semua ini terjadi. Apa yang salah denganku.

Namun, kau tak kunjung mendapatkan jawabannya.

Kau mulai merasa tersesat dan hilang arah. Kau merasa semuanya sia-sia.

Percayalah, tak ada yang sia-sia.

Dan meskipun sudah setengah tahun berlalu, kau sungguh boleh mengganti resolusimu. Rencanamu. Mimpi-mimpimu.

Jika memang menurutmu semua itu tak cocok lagi denganmu saat ini.

Jika memang semua yang terjadi memberimu pencerahan, mana yang lebih penting diraih dan mana yang bukan.

Jika memang mengganti resolusi membuatmu merasa lebih semangat, atau lebib nyaman, atau lebih kuat, menjalani hidup.

Masih ada setengah tahun lagi, enam bulan lagi, dua puluh tujuh minggu lagi, seratus delapan puluh empat hari lagi, untuk melakukan hal-hal baik yang ingin kaulakukan. Untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang kaurangkai.

Masih ada setengah tahun lagi, dan kau boleh mengganti resolusimu tahun ini.