Merenungkan Kembali Motivasi Blogging

Assalamualaikum, apa kabar?

Seperti sudah lama banget nggak menulis apa pun di blog. Setelah kemarin galau-galau nggak jelas seperti ABG labil, menimbang-nimbang mau dibawa ke mana blog ini, apakah akan didesain ulang dengan tema, tampilan, dan konten yang bisa diuangkan alias profitable atau stay humble alias begini-begini aja.

Sebelum mengambil sebuah keputusan, saya mencoba merenungkan kembali niat awal saya membuat blog.

1. Menjadi tempat menyimpan karya fiksi saya.

Sebenarnya tujuan ini agak riskan, sih. mengingat tulisan di internet itu sangat tidak aman. Orang akan bebas membaca, mengcopy-paste, atau memplagiat tanpa izin. Sementarat itu, sudah ada aplikasi-aplikasi penyimpanan file yang cukup aman tanpa harus mengobral isi file kita, seperti Cloud, Dropbox, dll. Akan tetapi, entah mengapa saya masih ingin menyimpan tulisan-tulisan saya di blog. Mungkin hasrat ingin pamer tetap sulit dibungkam, ya. wkwkwk….

alisa-anton-140247

unsplash.com/alisa-anton

2. Menjadi tempat saya menemukan dan menyemangati diri sendiri.

Tidak dapat dipungkiri, susah sekali untuk tidak curhat di blog meskipun saya masih juga curhat di diary. Namun, saya merasa ada perbedaan antara curhat di blog dan curhat di diary. Curhat di diary lebih lepas dan bebas, apa saja bisa dituangkan. Sedangkan curhat di blog, seperti ada filter yang membuat saya menyaring apa yang ingin saya tulis. Dan entah mengapa, hal itu bukan mengekang, malah menjadi self-healing tersendiri buat saya.

Saat saya curhat di blog, saya lebih banyak berpikir dan merenung dan akhirnya mengambil hikmah dari hal-hal yang saya alami. Saya berusaha mengambil pelajaran dari pahit-manis kejadian yang saya alami. Seperti saat saya kehilangan Kuro, saat saya merasa begitu terpuruk, atau pengalaman saya makan kepiting.

alisa-anton-166247

unsplash.com/alisa-anton

3. Berbagi inspirasi dan manfaat kepada pembaca blog.

Saya ingin, baik yang sengaja mampir maupun yang tak sengaja tersasar ke blog saya mendapatkan ‘sesuatu’ setelah membaca blog ini. tentu saja, harapan saya ‘sesuatu’ itu bernilai positif, seperti semangat, inspirasi, ide baru, atau merasa tidak sendirian karena ternyata saya juga merasakan apa yang dia rasakan, eaaa…. Karena saya juga senang saat menemukan dan membaca blog yang menginspirasi saya, memberi wawasan baru, atau membuat saya merasa saya tidak sendirian menghadapi sesuatu.

Apakah di antara ketiga tujuan tersebut ada yang berbau-bau profit atau monetized? Ternyata tidak. Sejak awal, saya membuat blog karena saya memang suka menulis (dan pamer tulisan). Hanya itu. Jadi, saya memutuskan untuk kembali ke niat awal saya yang membuat saya bertahan nge-blog hingga sekarang.

Tentu saya tetap ingin ada perbaikan di blog ini meskipun sedikit demi sedikit dan mungkin terlihat tidak begitu berarti bagi pembaca. Saya akan terus belajar dan berusaha agar blog ini tidak sekadar menjadi tempat curhat tetapi juga membuat siapa pun yang membacanya mendapat inspirasi dan teman berbagi.

Lalu, apakah membuat blog yang profitable dengan konten yang menjual itu salah? Tidak juga. Setiap orang punya alasan masing-masing dalam membuat blog. Yang terpenting bukanlah tentang profitable atau bukan, bukan tentang ribuan pengikut atau sedikit pengikut, bukan tentang berapa banyak brand yang mensponsori atau tidak sama sekali. Yang terpenting adalah menjadi diri sendiri, termasuk dalam dunia blogging. Setiap orang memiliki cerita masing-masing, memiliki ciri khas masing-masing. Dan itulah juga yang kita tunjukkan di dalam blog kita.

alisa-anton-267175

unsplash.com/alisa-anton

Just be yourself. The best version of yourself. Because nothing more tiring than become somebody else.

Bagaimana denganmu? Apa yang membuat kamu suka dunia blogging dan bertahan di dunia blogging hingga sejauh ini?

Advertisements

Galau Blogging

lauren-mancke-60627

Assalamualaikum, apa kabar?

Setelah curhat pertengahan Maret kemarin dan berusaha menulis postingan yang telah direncanakan, akhirnya saya memutuskan untuk tidak memposting tulisan tersebut dan ujung-ujungnya curhat lagi.

Jadi begini… saya kembali lagi pada fase galau blogging. Apa itu ‘galau blogging’? Ini sih istilah ciptaan saya sendiri yang menunjukkan kondisi saat saya mempertanyakan kembali sebenarnya saya nge-blog itu tujuannya apa sih.

Pertanyaan itu muncul karena saya mulai berpikir untuk menjadikan blog ini looks more professional dan kalau bisa profitable. Saya pun berselancar di dunia maya, mencari-cari artikel yang membahas dunia blog.

Mulai dari seperti apa blog professional itu, apakah blog sebaiknya memiliki tema khusus atau boleh campur-campur, apa saja hal yang perlu ada di dalam blog, hingga faktor yang membuat orang tidak membaca blog kita. Saya mencoba mempertimbangkan apa saja perubahan dan perbaikan yang harus saya lakukan untuk mencapai keinginan itu.

Jujur saja, bagi saya dunia blogging itu dunia yang menyenangkan sekaligus menantang untuk dipelajari. Banyak sekali hal yang belum saya kuasai di dunia blogging ini meskipun saya telah berkenalan dengan dunia ini sejak tahun 2009.

Selama ini saya memang tidak terlalu berniat menjadikan blog saya untuk hal-hal yang berkaitan dengan profit kecuali sekadar menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati dan pikiran serta menyimpan tulisan-tulisan yang saya anggap berharga. Namun, setelah dipikir-pikir ulang, mengapa tidak mencoba sesuatu yang baru, menantang, dan menjanjikan.

Bisa dibilang, saya telah melaluinya pada blog buku saya. Awalnya blog tersebut berisi berbagai curhat, cerita traveling, puisi, cerpen, hingga lirik lagu. Kemudian, saya mulai berkenalan dengan komunitas blogger buku dan akhirnya di tahun 2015 saya memberanikan diri untuk merombak isi blog saya menjadi blog buku yang khusus berisi resensi buku dan segala sesuatu yang berhubungan dengan buku.

laptop-computer-1245981_1280

Bagaimana dengan blog ini?

Awalnya, saya membuat blog ini untuk menyimpan karya-karya saya. Cerita pendek dan flash fiction yang pernah saya buat. Hal itu berjalan cukup lancar sampai ketika saya menikah. Saya kehilangan ide-ide tulisan fiksi saya dan saya mulai mengisi blog ini dengan curhat.

Dari yang awalnya mengikuti blog fiksi berkembang menjadi blog-blog lifestyle. Kemudian, mulai meruncing ke tema mindfulness, wellness, and healthy living. Saya menemukan berbagai blog yang menarik, informatif, dan inspiratif yang membuat saya ingin melakukan hal yang sama.

Akan tetapiii, saya masih bingung harus bagaimana dan mulai dari mana. Setiap melihat blog ini saya merasa ada begitu banyak hal yang harus diperbaiki. Jadiii, mungkin untuk beberapa minggu ke depan, saya akan fokus brainstorming perbaikan blog ini dan mungkin akan minim post dulu. Mudah-mudahan bisa secepatnya kembali lagi dengan tampilan yang lebih baru, menarik, dan tentu saja menginspirasi. See you soon…

Selamat bersenang-senang menikmati libur akhir pekan yang panjang!

Omong-omong, pernah merasakan galau blogging seperti saya? Bagaimana sih cara mengatasinya?