Blogging, when I don’t feel like it

Assalamualaikum, apa kabar?

Sudah masuk pertengahan bulan saja, ya?

jurnal-syukur

Sebenarnya ada perasaan ganjil gimanaa gitu karena akhir-akhir ini jarang posting sesuatu yang bermanfaat di blog kecuali curhatan pribadi. Saya sedang mengalami fase ‘galau blogging’ (lagi!) yang membuat saya bertanya-tanya apa sih tujuan saya memiliki blog dan memposting tulisan di blog. Apa yang sebenarnya ingin saya tulis di blog ini? Apakah tulisan-tulisan itu memang penting dan layak diposting di blog ini?

Continue reading

Advertisements

Monthly Journal; April 2019

aroma-background-close-up-953206.jpg

Assalamualaikum, apa kabar?

Mudah-mudahan selalu dalam keadaan baik, ya. Agak telat sih sebenarnya baru posting monthly journal sekarang, tapi masih minggu awal April, jadi nggak apa-apa deh, ya, hehehe.

Oiya, minggu kemarin sebenarnya saya sudah menulis postingan panjang tentang sesuatu. Tetapi setelah ditulis kok malah nggak yakin mau posting itu di blog. Akhirnya tulisan itu saya simpan dulu sampai sekarang.

Kalau melihat target yang dicanangkan untuk bulan Maret, ada beberapa yang terlaksana. Bulan Maret ini saya sudah mulai posting terjemah ayat Al-Qur’an dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Belum konsisten setiap hari sih, kadang dua hari sekali, kadang tiga hari sekali. Insya Allah, bulan April ini akan semakin konsisten dan rajin.

Untuk desainnya pakai desain sederhana dari PNGTree, terus ditambah teks saja. Karena saya nggak jago-jago amat soal mendesain. Padahal, maunya sih seperti akun-akun Instagram kece yang lain, yang desainnya bagus-bagus dan banyak dibagi orang lain, hehehe. Kalau mau lihat desain sederhana buatan saya bisa ke sini, ya.

Target kedua yang tercapai adalah launching Satriabaca.

Alhamdulillah, tanggal 6 Maret 2019, kami bisa launching Satriabaca dan mengadakan giveaway. Satriabaca itu apa, sih? Di akun Instagram mungkin deskripsinya toko buku, tetapi kami punya keinginan yang lebih dari sekadar jualan buku, yaitu mengajak keluarga-keluarga di Indonesia untuk suka membaca. Mohon doanya, ya. 🙂

Untuk target menulis novel, ini agak melenceng sedikit. Jadi, saya punya ide cerita yang sudah ada draft lengkapnya. Baru draft alias kerangka karangan saja. Dari kerangka itu, saya baru menulis bab-bab awal. Itu pun masih berantakan banget. Tiba-tiba, saya ingin menerbitkan novel saya yang lama di Storial karena novel ini sedikit memiliki hubungan dengan ide cerita yang sedang saya kerjakan.

Jadilah saya malah re-writing novel tersebut. Judulnya Senja Vanila. Dan ternyata proses re-writing itu memakan waktu, ya! Saya memang pernah melakukan proses re-writing dan saya tahu memang memakan waktu yang cukup lama, tetapi ketika melakukannya lagi saya baru sadar betapa lamanya itu. Bisa ditebak, kan? Akhirnya saya belum menulis ide cerita terbaru yang draft-nya sudah saya buat. Namun, karena sama-sama menulis, saya anggap target itu ‘partly achieved’, ya. Hehehe.

Untuk bulan April, sepertinya target saya masih disamakan dengan bulan Maret. Saya ingin fokus ‘membesarkan’ Satriabaca, menulis cerita, dan memposting terjemahan Al-Qur’an di Instagram. Selain itu, saya juga akan berusaha sekuat tenaga untuk hidup lebih sehat. Perkara ini mungkin akan saya bahas di postingan selanjutnya. Postingan yang sudah saya tulis dari minggu lalu tetapi belum berani saya posting.

Semangat menjalani bulan April! 🙂

My Life After Resign #3

my-life-after-resign.jpg

Assalamualaikum, apa kabar?

Sudah lama nggak posting apa-apa di blog. Terakhir kali awal bulan lalu dan sekarang sudah menjelang akhir bulan. Padahal, sudah ada beberapa ide tulisan untuk diposting, tetapi saya tidak akan melewatkan momen tanggal 20an untuk menulis series My Life After Resign. Karena isinya memang curhat semata, hehehe.

Yah, terhitung tanggal 21 kemarin, genap sudah tiga bulan saya resign dan menjadi ‘pengangguran’. Jika pada dua bulan sebelumnya masih terasa berat dan belum terbiasa, bulan ini saya sudah bisa menerima kenyataan kalau saya sudah tidak bekerja kantoran lagi.

Saya yang tadinya sering banget jajan, jadi berusaha mengerem keinginan tersebut dan berusaha membuat sendiri jajanan-jajanan yang saya inginkan. Walaupun hasilya dari segi rasa dan penampilan cukup berbeda dengan jajanan beneran, bagi saya sudah lumayanlah. Sekadar menjadi obat rasa ingin saja, hehehe. Misalnya, saya itu suka banget beli bubur, sekarang jadi bikin bubur sendiri. Meskipun bubur bikinan sendiri benar-benar bubur thok, nggak pakai pelengkap seperti yang ada di tukang bubur pada umumnya, tetapi lumayan untuk sekadar pengobat lidah.

Comparison is a thief of joy

Continue reading

Monthly Journal: Maret, 2019

beverage-computer-cup-1011327

Assalamualaikum, apa kabar?

Alhamdulillah sudah masuk bulan Maret, ya. Waktunya untuk evaluasi sebulan ke belakang dan menatap sebulan ke depan, hehehe.

Oh ya, mulai bulan ini dan seterusnya, Insya Allah akan pakai judul ‘Monthly Journal’ untuk setiap post bertema awal bulan. Sebenarnya dari dulu sudah kepikiran untuk pakai nama khusus pada post bulanan ini. Biasanya, kan, pakai kata-kata semacam ‘Hello’, ‘Welcome’, dan sebagainya. Tapi kadang suka mati gaya, mau pakai apa lagi, ya? Hahaha. Dan sekalian biar seragam gitu, lho, tiap bulan udah pasti ada dan namanya tidak berubah-ubah. Tiba-tiba kepikiran ‘Monthly Journal’, ya sudah pakai saja.

Kalau lihat target bulan Februari kemarin, ada beberapa yang meneruskan target bulan Januari dan ada target baru. Target yang setengah tercapai di bulan Januari, menulis 1000 kata setiap hari, bulan Februari ini malah hampir nggak tercapai karena makin jarang menulis. Huffth.

Bulan Februari ini lebih banyak diisi dengan baca buku, tulis resensi, decluttering digital files, dan persiapan buka toko buku Satriabaca. Novel yang sudah saya buat draftnya terbengkalai begitu saja. (Nangiiisss) Tantangan menulis novel, tuh, bener-bener sesuatu banget, deh. Semoga bulan ini beneran komitmen dan konsisten menulis novel. Amiin.

Satu lagi target yang hampir tercapai di Januari tetapi malah tidak terlaksanakan sama sekali di bulan Februari adalah mencatat pengeluaran harian. Malas banget, sumpah. Bagaimana, ya? Mungkin karena tidak setiap hari ada pengeluaran (walaupun hari-hari tanpa pengeluaran itu jarang banget, sih), saya jadi menunda-nunda dan ujung-ujungnya ya tidak dikerjakan. Paling hanya mencatat pengeluaran di awal bulan yang sudah pasti. Untuk bulan Maret, target ini nggak dipasang dulu deh, hehehe.

Untuk target baru, yaitu mematuhi jadwal kegiatan yang sudah dirancang, itu masuk kategori ‘Partly Achieved’ karena ya masih begitu-begitu saja. Nggak yang sesuai banget, tetapi nggak terlalu melenceng juga. (Nah, lho, gimana tuh?) Pokoknya, begitulah. (Mohon maklum dengan ketidakjelasan ini, ya, hehehe)

Target satu lagi adalah mengonsumsi makanan sehat, Alhamdulillah lumayan terlaksana. Hanya sempat cheating sekali, pas lagi malas masak banget dan nggak ada bahan makanan yang bisa diolah di rumah alhasil beli ayam goreng cepat saji dekat rumah, deh.

Melihat kebanyakan target di bulan Februari tidak tercapai, saya jadi galau mau pasang target untuk bulan Maret. Saya yang pasang target kecil-kecil per bulan saja, di bulan kedua sudah mulai kendor semangatnya. Apalagi bikin target untuk setahun. Saya salut banget kepada yang terus komitmen dengan resolusi awal tahunnya dan selalu dikerjakan sampai akhir tahun. Kalian hebat!

Namun, kalau tidak ada target kok rasanya nggak menantang banget, ya? Baiklah, saya berharap bulan Maret ini bisa:

  • Serius mengerjakan desain sederhana menyambut bulan Ramadhan yang akan dipost di Instagram.
  • Launching toko buku Satriabaca.
  • Mulai menulis novel yang sudah dibuat draftnya.

Cukup tiga, nggak usah banyak-banyak. Yang penting adalah harus tercapai. Semangat! Semangat!

Bagaimana dengan kamu? Masih semangat mengerjakan resolusi yang dibuat pada awal tahun? Atau ada yang bikin target per bulan seperti saya?

Semoga apa yang kita cita-citakan tercapai, ya. Amiin.

7 Tantangan dalam Menulis Novel dan Cara Mengatasinya

7-tantangan-dalam-menulis-novel

Menulis novel bisa dibilang pekerjaan susah-susah gampang. Enaknya, karena novel lebih panjang, penulis bisa lebih mengeksplorasi tokoh-tokoh dan alur cerita. Namun, novel juga memiliki lebih banyak tantangan dibanding cerita pendek.

Berikut ini saya mencantumkan tujuh tantangan dalam menulis novel yang saya alami, siapa tahu ada yang mengalami hal serupa seperti saya dan kita bisa berbagi cerita.

Continue reading