Perjalanan Rumah Cerita Ratih Cahaya

lauren-mancke-60627

Bulan November adalah bulan yang istimewa karena blog ini berulang tahun pada bulan November. Yup, blog Rumah Cerita Ratih Cahaya saya buat dan saya luncurkan pada bulan November 2014.

Awal mula saya membuat Rumah Cerita Ratih Cahaya adalah karena ingin menyimpan cerpen-cerpen yang pernah saya tulis. Saya sempat merasa khawatir jika cerpen-cerpen tersebut hanya disimpan di laptop, dan suatu hari laptop itu hilang atau rusak (na`udzubillah min dzalik), saya tidak punya cadangannya. Saya pikir tempat yang paling aman menyimpan tulisan adalah di internet. Jadilah saya membuat blog Rumah Cerita Ratih Cahaya.

Sebelumnya, saya memiliki blog Perpustakaan Ratih Cahaya. Saya membuat Perpustakaan Ratih Cahaya pada tahun 2009. Awalnya, isi blog tersebut campur-campur sampai pada tahun 2012 ketemu dengan para blogger buku.

Sejak saat itu, saya mulai menulis resensi buku yang dibaca, kenalan dengan komunitas Book Blogger Indonesia (yang saat ini sepertinya sedang hiatus, hiks), dan akhirnya mendaftar menjadi anggota BBI pada tahun 2015. Salah satu risiko menjadi anggota BBI adalah tidak boleh ada postingan non-buku di blog yang didaftarkan.

Karena merasa sayang dengan postingan cerpen-cerpen yang sudah ada, saya pun membuat sebuah blog baru. Awalnya, saya berniat menjadikan blog ini sebagai blog khusus tulisan fiksi saya. Bisa dilihat di awal-awal postingan, hampir semuanya adalah tulisan fiksi. Empat tahun berlalu, isi blog ini semakin bervariasi meskipun tetap saja yang mendominasi adalah curhatan pribadi.

Saya tidak menyesal dengan semua tulisan yang saya posting di blog ini. Entah itu tulisan yang murni curhat hingga berbagi info atau pengalaman yang saya ketahui. Tulisan-tulisan tersebut membantu saya melalui hari-hari yang berat, membantu saya menyimpan apa yang berarti bagi saya, membantu saya menemukan apa yang sebenarnya saya inginkan.

Saya senang karena masih bisa aktif menulis di blog meskipun tidak seperti yang saya harapkan. Setidaknya, saya masih menulis di blog ini minimal sebulan sekali.

Saya juga senang karena mendapat banyak ilmu baru melalui blog-blog yang saya ikuti. Yang awalnya hanya fokus pada cerpen dan tulisan fiksi, saya jadi mengikuti blog-blog bertema mindfulness, healthy living, lifestyle, dan lain-lain.

Saya sempat berpikir untuk mengganti nama dan deskripsi blog ini. Namun, sampai hari ini saya belum menemukan nama dan deskripsi yang tepat sebagai penggantinya.

Saya memiliki banyaaaaak sekali harapan pada blog ini. Banyak hal yang ingin saya pelajari, banyak hal yang ingin saya tulis di sini. Mudah-mudahan itu semua tidak hanya menjadi harapan tetapi mewujud menjadi kenyataan.

Tahun lalu, saya menulis serial Behind the Blog untuk merayakan ulang tahun blog ini. Tahun ini saya tidak menulis serial Behind the Blog karena belum dapat ide mau menulis tentang apa. Mudah-mudahan tahun depan bisa menulis serial ini atau serial lain yang masih berhubungan dengan dunia blog.

Well then, semoga blog ini terus berkembang menjadi blog yang bermanfaat bagi banyak orang.

Kamu punya rekomendasi, saran, atau masukan untuk blog ini? Boleh banget tulis di kolom komentar, ya. Saya tunggu….

Advertisements

Pengalaman Menulis Novel di Storial.co

pengalaman-menulis-di-storial.jpg

Assalamualaikum, apa kabar?

Bagaimana bulan November menyambutmu? Di tempat saya sudah masuk musim hujan. Hampir setiap hari, terutama sore dan malam hujan turun.

Bulan November tahun ini saya mencoba mengikuti tantangan menulis dari platform Storial.co. Sebagai awalan, bagi yang belum pernah mendengar Storial.co, itu semacam platform menulis di mana kita bisa menaruh tulisan-tulisan kita untuk dibaca orang lain, diberi komentar, diapresiasi, dan lain-lain. Di sana kita juga bisa membaca karya-karya orang lain yang menaruh tulisannya di Storial.co. Singkatnya, Storial.co itu mirip-mirip dengan Wattpad tetapi dibuat oleh orang Indonesia.

Saya sudah cukup lama mengetahui Storial.co tetapi baru tahun ini memberanikan diri untuk mendaftar menjadi salah satu anggotanya. Dari segi cerita-cerita yang diunggah di sana, lebih rapi dan lebih sedikit dibanding Wattpad. Tentu saja hal ini bisa dipandang sebagai kelebihan atau kekurangan. Kalau bagi saya sih ini jadi sebuah kelebihan, karena kalau masuk Wattpad bisa diibaratkan sebagai pasar yang suaaangat ramai, dengan segala macam hal ditawarkan, dari barang berkualitas bagus hingga tidak berkualitas sama sekali, sedangkan Storial.co ibarat swalayan yang lebih kecil, lebih rapi, dan barang-barangnya kebanyakan cukup berkualitas. Ini menurut pendapat pribadi saya lho, ya.

Balik lagi ke soal mengikuti tantangan dari Storial.co. Jadi, setiap bulan November Storial.co mengadakan Bulan Nulis Novel Storial (BNNS) di mana kita ditantang untuk menulis novel 50.000 kata sepanjang bulan November saja. Saya yang sudah lamaaaa sekali tidak menulis cerita merasa tertarik dan tertantang untuk mengikuti BNNS. Dengan harapan, tahun ini saya bisa menulis sebuah cerita yang utuh. Bukan hanya draft-draft ide yang nggak jelas.

Ternyata…menulis novel itu tidak semudah membacanya ya…. Saya berangkat dari ide kasar yang tiba-tiba muncul di suatu pagi. Belum tahu konfliknya, belum yakin karakter utamanya seperti apa, belum tahu endingnya akan seperti apa, tetapi saya nekat untuk mengikuti BNNS dan menjadikan ide cerita itu sebagai ide cerita novel yang saya ikutsertakan dalam BNNS. Jadi, saat proses menulis, saya sering merasa stuck, nggak tahu mau menulis apa. Hufffthh…, banyak sekali PR yang harus saya kerjakan.

Akan tetapi, saya akan mencoba menulis cerita itu semampu saya sepanjang bulan November ini. Mudah-mudahan bisa rampung dengan hasil yang memuaskan. Bukan masalah hadiah atau jumlah like, tetapi ini lebih kepada tantangan untuk diri saya sendiri, apakah saya mampu konsisten dalam menulis.

Baiklah, mungkin itu dulu cerita dari saya di awal November ini. Boleh banget mampir ke cerita saya di Storial.co. Bisa klik di sini. Usulan, saran, dan masukan akan saya terima dengan senang hati.

Selamat menikmati hujan di bulan November.