What’s So Tempting to Do in 2018

Assalamualaikum. Apa kabar?

Setelah kemarin menulis tentang apa saja yang ingin dilakukan di bulan Desember, saya jadi ingin menulis tentang hal-hal yang sering menghantui pikiran saya akhir-akhir ini. Yaitu hal-hal yang sangat menggoda untuk dilakukan di tahun 2018. Apa saja itu?

1. Punya Akun di Website/Platform Menulis

Saya kepikiran untuk punya akun di platform menulis semacam Wattpad, agar mendapat feedback dari tulisan yang saya posting di sana. Saya sadar, saya bukan blogger yang amat sangat terkenal dan belum tentu ada yang membaca cerita-cerita fiksi yang saya post di blog ini. Oleh karena itu, saya terpikir untuk memposting cerita-cerita itu di platform menulis yang sekarang cukup banyak pilihan.

Dengan memposting cerita fiksi di platform menulis, saya berharap dapat penggemar, feedback, masukan, kritik, dan saran. Juga bisa melihat dan belajar dari karya-karya lain yang diposting di sana dan mendapat teman baru yang sama-sama punya minat di bidang menulis cerita fiksi.

Satu hal yang masih mengganjal saya dalam melakukan hal ini adalah, apakah saya akan sempat mengurus akun saya di platform itu? Apakah saya mampu memposting cerita saya secara reguler di sana? Saya nggak mau cuma semangat di awal-awal setelah itu menghilang. Mengingat sampai sekarang saya masih ngos-ngosan mengurus dua blog, saya kurang yakin apakah saya bisa konsisten di platform itu. Begitulah.

coffee-2242212_1280.jpg

Dulu waktu kuliah saya sempat membuat akun di Wattpad. Waktu itu saya cuma ikut-ikutan kakak kelas yang menyarankan saya mempunyai akun di Wattpad. Jauh sebelum ada Wattpad, saya cukup aktif menulis di Kemudian.com. Namun, sekarang saya tidak aktif di platform menulis mana pun kecuali dua blog ini.

Untuk saat ini, saya tertarik bergabung di Storial.co. Entah mengapa, saya merasa cerita-cerita saya lebih cocok diletakkan di sana. Saya harus mempertimbangkan banyak hal sebelum membuat akun di platform menulis. Karena saya ingin serius dan konsisten jika sudah melakukan sesuatu.

2. Gabung Komunitas Blogger

Bergabung dengan komunitas blogger ini sebenarnya harapan tahun 2017. Namun, sampai bulan Desember, saya belum melaksanakannya. Mengapa? Saya merasa blog ini belum mempunyai tema khusus dan bahasan yang fokus, sehingga saya merasa belum layak untuk didaftarkan ke komunitas blogger. Padahal sih setahu saya, syarat menjadi anggota komunitas blogger itu nggak terlalu susah. Nggak ada penilaian postingan juga. Itu sih saya saja yang suka meribetkan diri sendiri dengan menetapkan standar yang terlalu tinggi.

Kalaupun nanti saya akhirnya bergabung dengan komunitas blogger, saya tertarik dengan dua komunitas blogger yang tentu sudah tak asing di telinga, Kumpulan Emak Blogger dan Blogger Perempuan.

3. Membuat Blog Khusus tentang Buku dan Sastra Anak

Tadi bilang mengurus dua blog saja ngos-ngosan. Sekarang mau menambah satu blog lagi. Ckckck.

Iya, entah mengapa saya ingin sekali mempunyai satu blog lagi, blog khusus membahas buku dan sastra anak. Jadi, nanti isinya akan mirip dengan blog buku saya, tetapi yang diresensi khusus buku-buku anak. Selain itu, juga ada postingan-postingan lain yang berhubungan dengan dunia literasi anak.

Sejak dulu, saya tertarik banget dengan dunia literasi anak. Bahkan sempat kepikiran ingin melanjutkan pendidikan tinggi di jurusan sastra anak (kalau ada, hehehe). Mungkin dengan membuat satu blog lagi yang khusus tentang sastra anak, bisa menjadi satu langkah kecil mencapai impian saya.

entrepreneur-593378_1280.jpg

4. Menulis Buku Anak

Ya, ini hal kesekian yang menggoda untuk dilakukan karena selama dua tahun terakhir menjadi editor buku anak. Kadang tangan terasa gatal untuk ikutan menulis buku anak. Sayangnya (atau anehnya), yang sering berada di kepala saya malah cerita-cerita romansa sejenis dengan yang sering saya posting di blog ini. Jadi, ya sampai saat ini saya juga belum tahu bakal menulis apa kalau memang benar saya ingin menulis buku anak.

Oleh karena itu, saya merasa tertantang sekali untuk menulis buku anak. Sebenarnya saya bisa nggak sih menulis buku anak? Itu pertanyaan yang sering terlontar di kepala saya dan sampai sekarang belum ada jawabannya. Tahun 2018 saya ingin menjawab pertanyaan itu.

5. Quit My Job and Being a Full Time Blogger and Writer

Yang terakhir adalah keputusan besar yang harus dipertimbangkan secara matang. Karena hal tersebut tidak hanya berhubungan dengan saya pribadi, tetapi juga dengan orang lain di sekitar saya.

Mengapa sih saya bisa tergoda untuk meninggalkan pekerjaan kantoran dan beralih ke pekerjaan yang belum tentu jelas penghasilannya?

Sebelumnya, saya bukan menganggap pekerjaan kantoran atau freelance lebih baik satu dengan yang lainnya, ya. Bukan juga karena saya merasa tidak nyaman atau tidak suka dengan pekerjaan saya saat ini. Suka banget malah. Ya, tetapi seperti judul postingan ini, menjadi full time blogger and writer adalah hal yang paling menggoda buat saya untuk saat ini.

Saya ingin mencoba hal baru. Saya ingin melakukan hal-hal yang selama ini cuma ada di kepala saya dan belum sempat saya lakukan karena keterbatasan waktu dan tenaga. Yaitu, serius mengurus blog dan menulis.

brooke-lark-194253.jpg

Untuk poin ini, sebenarnya masih banyak banget sih yang bisa dibahas dan dipertimbangkan. Tetapi saya cukupkan sampai di sini saja daripada melantur ke mana-mana. Mungkin kapan-kapan saya akan membuat tulisan yang membahas tentang pekerjaan kantoran dan freelance.

Yup, mungkin segitu dulu curhat-curhatnya terkait hal-hal yang menggoda untuk dilakukan di tahun 2018. Rencana dan target 2018 masih dalam proses pemikiran dan pertimbangan. Ada banyak ha; yang ingin dilakukan tapi saya harus realistis juga. Harus bikin resolusi yang rinci, terukur, dan dapat dicapai. Eaaaa…..

Bagaimana dengan kamu? Sudah membuat rencana apa yang ingin dilakukan di tahun 2018 nanti?

Advertisements

December

december.jpg

Assalamualaikum, apa kabar?

Ngapain aja nih selama long weekend? Mungkin ada yang liburan, mudik, atau sekadar santai-santai di rumah kayak saya.

Sudah lama nggak nge-blog karena minggu kemarin sakit. Sakit kepala sampai lima hari! Saya baru pertama kali merasakan sakit kepala yang seperti itu. Kalau kata dokternya sih, sakit kepala tension (tension headache). Jadi, sakit kepala di satu titik, di mana otot/saraf kepala tegang, sehingga titik itu terasa berdenyut-denyut dengan cara paling menyakitkan yang pernah saya rasakan (lebay!). Saya nggak terlalu paham penjelasan ilmiahnya seperti apa, yang jelas sakit kepala ini biasanya disebabkan oleh stress atau kelelahan. Yang dua-duanya memang sedang saya rasakan. Ups!

Selama sakit, nggak bisa ngapa-ngapain. Termasuk mengurus blog ini. Terpaksa serial Behind the Blog saya tutup secara tidak resmi di postingan ini. Mohon maaf ya, belum mewujudkan janji saya untuk mengadakan giveaway. Saya juga bingung mau ngasih hadiah apa, hehehe. Insya Allah, di lain kesempatan akan mengadakan giveaway. Mohon doanya!

Nah, awal bulan Desember ini, saya mau sharing tentang rencana-rencana akhir tahun.

1. Make a big evaluation.

Ya, akhir tahun adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan evaluasi. Bukan berarti hanya melakukan evaluasi di akhir tahun, tetapi evaluasi besar-besaran alias melihat ke belakang, ke waktu hampir setahun yang lalu. Terutama melihat resolusi 2017 yang dibuat di awal tahun. Apakah sudah tercapai semua atau belum. Evaluasi ini juga bisa menjadi acuan dalam membuat resolusi tahun berikutnya.

2. Make all wrap up post.

Akhir tahun juga waktu yang tepat untuk segala hal yang berbau wrap up alias rangkuman hal-hal yang ingin kita simpan dan ingat-ingat untuk kemudian hari. Di blog ini, kemungkinan besar saya ingin memposting film terkeren yang saya tonton selama tahun 2017, lagu terasyik yang saya dengarkan selama tahun 2017, dan yang pasti, 2017 in number.

Kenapa sih bikin-bikin wrap up post segala? Kalau saya pribadi suka dengan metode wrap up post karena memudahkan dalam melakukan evaluasi dan bisa jadi sumber semangat dan inspirasi. Biar jadi semacam pemantik, misalnya, “Tahun lalu baca 55 buku, masa tahun ini kurang dari 55 buku? Paling nggak, nggak kurang dari itulah.”

3. Prepare for new year.

Tahun baru, harus ada semangat baru yang tumbuh. Nggak boleh sama apalagi lebih loyo dari tahun sebelumnya. Dari sekarang, saya ingin menyiapkan hal-hal apa saja yang menjadi target dan rencana saya di tahun 2018. Termasuk juga merencanakan membuat editorial calendar selama 12 bulan! Saya belum pernah membuat editorial calendar selama setahun. Tetapi untuk tahun 2018, saya ingin mencobanya. Mungkin belum sampai editorial calendar yang rinci per minggu. Paling tidak, setiap bulan memiliki tema besar, sehingga blog ini semakin jelas dan semakin fokus ingin membahas apa.

Yup, itulah sedikit hal yang ingin saya lakukan di bulan Desember ini.

Nggak merencanakan liburan? Hmm… entahlah. Kantor saya tidak menganut libur panjang akhir tahun. Kami hanya libur di tanggal merah yang telah ditentukan. Jadi, saya juga nggak merencanakan liburan dengan pergi jauh. Mungkin seperti liburan long weekend kali ini. Santai-santai di rumah, baca buku, beberes, dan kumpul bersama keluarga.

Bagaimana dengan rencana akhir tahunmu? Mau liburan ke mana? Atau mau melakukan hal lain? Semoga apa pun yang kita rencanakan dan kita lakukan selalu berada di jalan kebaikan, ya. Amiin.