Calm My Mind

toa-heftiba-177828.jpg

Assalamualaikum, apa kabar?

Sepertinya saya masih belum terlalu bisa move on dari peristiwa September lalu. Saya masih sering dihantui perasaan cemas, rendah diri, dan sebagainya. Saya juga cukup sering merasa otak saya penuh dengan berbagai macam pikiran. Rasanya ingin sekali menghentikan itu semua. Entahlah…

Saya mencoba membuat semacam daftar afirmasi atau entahlah namanya apa, hehehe… Yang jelas, dengan kalimat-kalimat itu, saya berusaha menenangkan pikiran saya yang sibuk dan berisik ini.

1. Selalu bersyukur dengan apa yang ada. Berusaha menahan diri dari mengeluh atau mengandaikan sesuatu yang nggak ada.

2. Tidak memaksakan kehendak atau kemampuan diri. Kalau nggak bisa, nggak apa-apa minta tolong orang lain yang dapat dipercaya.

3. Memilih satu hal untuk dikerjakan atau dipikirkan dalam satu waktu.

4. Realistis dalam membuat target atau rencana. Tapi, jangan terlalu pesimisi juga, yaa…

5. Tidak terlalu mengekang keinginan diri, yang penting nggak kebablasan atau keseringan.

6. Lebih memilih kesehatan jiwa dan raga dibanding apa pun.

7. Setiap kali merasa cemas, tarik napas dalam-dalam, embuskan pelan-pelan sambil bilang, “Ada Allah… Ada Allah… Ada Allah….”

8. Setiap kali merasa rendah diri dan nggak berguna, ingat, “Aku orang baik, ceria, cerdas, dan menyenangkan. Aku punya banyak kelebihan.”

9. Selalu meniatkan semuanya karena Allah dan untuk Allah.

Menuliskannya saja membuat saya merasa lebih lega dan nyaman. Kalau ada teman-teman yang sering merasa cemas atau rendah diri seperti saya, mungkin membuat daftar seperti ini bisa dicoba. Atau bikin daftar kelebihan/kemampuan yang kita miliki, daftar hal menyenangkan dan patut kita syukuri. Mudah-mudahan ini bisa mengganti pikiran-pikiran nggak baik di kepala kita.

Oiya, saya baru sadar kalau kemarin, 10 Oktober, adalah Hari Kesehatan Mental Sedunia. Semoga kita semua semakin peduli dengan kesehatan jiwa dan raga, ya!

Advertisements

Sehat dengan Food Combining

Assalamualaikum….

Seperti janji saya beberapa waktu lalu, saya akan berbagi hasil bacaan saya tentang Food Combining. Mungkin trend tentang Food Combining ini sudah lama bergaung, ya. Saya juga sudah lama penasaran dengan Food Combining. Namun, baru sekarang dapat membaca salah satu buku yang membahas hal tersebut.

Saat mendengar Food Combining, yang pertama kali teringat adalah nama Erikar Lebang. Sayangnya, buku yang saya baca ini bukan tulisan beliau.  Meskipun begitu, buku karya Mbak Widyanti Yuliandari ini bagus sekali. Yuk, kita mulai.

food-combining (38).jpg

Food Combining itu apa, sih?

Sederhananya, Food Combining adalah pola makan sehat dengan memperhatikan jenis makanan, padanan makanan yang dikonsumsi, dan waktu makan. Food Combining bukan diet, sehingga belum tentu yang menerapkan pola makan Food Combining akan turun berat badannya dengan drastis. Food Combining lebih mengedepankan kesehatan tubuh.

Di dalam buku ini dijelaskan makanan yang dikonsumsi manusia secara umum terbagi menjadi empat jenis. Pati/karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

Bagaimana padu padan yang baik 4 jenis makanan tersebut?
1. Pati + Protein Nabati = YES
2. Pati + Sayur
3. Protein Hewani + Sayur
4. Pati + Protein Hewani = NO

Maksudnya, dalam sekali makan, makanan yang cocok dimakan bersama adalah nasi dengan tahu, nasi dengan sayur bayam, atau daging ayam dengan sayur bayam (tanpa nasi). Dalam Food Combining, karbohidrat tidak boleh dimakan bersama dengan protein hewani. Jadi, boleh makan rendang, tetapi nggak boleh pakai nasi. Boleh makan ayam goreng, tetapi nggak boleh pakai nasi atau karbohidrat lainnya. Mengapa? Penjelasannya agak panjang, bisa dibaca sendiri, ya di bukunya, hehehe.

Selain padu padan jenis makanan, Food Combining juga memperhatikan jam makan. Seperti yang kita ketahui, tubuh memiliki irama sirkadian atau proses cerna makanan di dalam tubuh.

1. Fase Cerna: 12.00 – 20.00
2. Fase Serap: 20.00 – 04.00
3. Fase Buang: 04.00 – 12.00

food-combining (3).jpg

Pada fase cerna, organ pencernaan sedang bekerja dengan baik. Oleh karena itu, saat ini kita boleh mengonsumsi makanan berat semisal nasi, daging, atau lauk-pauk lainnya. Sedangkan pada fase serap, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu berat. Lebih baik mengonsumsi buah-buahan. Begitu juga pada saat fase buang, tubuh belum siap menerima makanan yang perlu diproses dengan usaha keras.

Beberapa hal lain yang menjadi fokus utama Food Combining;

1. Minum air putih dengan perasaan jeruk nipis setelah bangun tidur
2. Sarapan dengan buah-buahan.
3. Tidak mencampur karbohidrat dengan protein hewani.
4. Mengunyah makanan dengan lama. a. Protein hewani sekitar 30 kali kunyahan, b. sayuran dan karbohidrat 20-30 kali kunyahan, c. buah sekitar 10 kali kunyahan.
5. Banyak minum air putih.
6. Sering mengonsumsi sayuran mentah.
7. Konsisten dan nikmati saja.

food-combining (7).jpg

Sebenarnya masih panjang nih, pembahasan tentang Food Combining yang saya dapat dari buku ini. Saya suka sekali dengan buku ini karena penjelasannya sederhana dan cukup menyeluruh untuk kalangan yang masih awam banget dengan pola makan Food Combining. Setelah membaca buku ini, saya juga jadi tergerak untuk menerapkan pola makan sehat, meskipun belum semaksimal yang dijelaskan dalam buku.

Mudah-mudahan saya bisa berbagi lagi, ya di postingan berikutnya.