Highlights in April

Assalamualaikum, apa kabar?

Sungguh bulan April ini terasa lebih cepat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tahu-tahu sudah berada di penghujung April saja. Di bulan ini juga banyak hal yang terjadi di hidup saya. Berbagai macam hal yang bikin hati senang, sedih, kesal, bingung, lelah, pokoknya campur aduk banget lah.

Salah satu hal mengejutkan yang terjadi di awal bulan April adalah kenyataan bahwa saya HAMIL.

Iya, bener, hamil. One thing that feels too good to be true. Dengan berbagai hal yang saya dan suami miliki, ditambah selama dua tahun ini belum pernah ada tanda-tanda akan hamil, saya sempat bertanya-tanya, mungkin nggak sih saya bakal hamil.

Meskipun sudah periksa ke dokter kandungan dan dikabari sudah hamil lima minggu, rasanya saya nggak percaya kalau saya beneran hamil. Apalagi saya tidak merasakan yang biasanya ibu-ibu hamil muda rasakan, pusing, mual, muntah-muntah.

Sayangnya, dua hari setelah tahu saya beneran hamil, saya keguguran. Saya belum tahu penyebab pasti keguguran tersebut. Dokter juga tidak bisa memastikan. Mungkin saya kelelahan. Mungkin karena gajlukan keras yang terjadi saat naik ojek saat saya pulang kerja. Apalagi dengan usia kehamilan semuda itu yang memang masih begitu rentan.

Kejadian hamil dan keguguran ini menjadi pelajaran penting buat saya. Saya merasa ditegur langsung oleh Allah karena sempat merasa putus asa dan tidak percaya kalau saya bisa hamil. Padahal kan Allah paling nggak suka sama orang yang berputus asa dari rahmat Allah.

jess-watters-504420-unsplash

Kalau dipikir-pikir, Bunda Maryam aja bisa hamil atas izin Allah, istri Nabi Zakaria dan Bunda Sarah yang sudah tua dan mandul aja bisa hamil atas izin Allah, pastilah sangat mudah bagi Allah membuat saya hamil. Terus kenapa saya malah nggak yakin dengan hal tersebut? Ya, kan?

Akan tetapi, kejadian ini pun menjadi penghibur dan penyemangat bagi kami berdua. Seolah Allah memberi tahu kalau kami bisa punya anak. Hanya perlu ikhtiar dan doa lebih sungguh-sungguh, yakin kalau semuanya ada di tangan Allah. Segalanya mungkin jika Allah mengizinkan.

Kejadian kedua yang terjadi di bulan April adalah kehilangan handphone.

Baiklah, banyak orang yang pernah kehilangan handphone. Bahkan ada yang sampai berkali-kali. Dengan caranya masing-masing. Namun, jujur saja, ini kali pertama saya kehilangan handphone dengan cara dicopet di bus.

Bukan tentang kehilangan handphone yang ingin saya tekankan di sini. Tetapi tentang apa yang sudah ditakdirkan untukmu akan berada di sisimu dan apa yang tidak ditakdirkan untukmu akan pergi dari sisimu. Sama seperti saat kehilangan Kuro, mungkin rezeki saya dengan handphone itu cuma sampai bulan ini. Selanjutnya bukan milik saya lagi.

Saya juga jadi lebih waspada dan hati-hati dengan barang bawaan saya. Selama ini saya memang kurang hati-hati karena merasa aman dan belum pernah mengalami kecopetan di bus atau kereta padat penumpang sekalipun.

kari-shea-199320

Hal ketiga yang cukup berkesan di bulan April adalah kembali menjadi SPG di Islamic Bookfair. Tahun lalu saya menjadi kasir di IBF. Saya lumayan kapok dengan pengalaman itu dan berharap nggak akan jadi kasir lagi. Harapan saya terkabul karena saya diminta menjadi SPG.

Apakah saya kapok juga menjadi SPG di IBF? Lumayan, hahahaha. Meskipun yang saya tawarkan adalah buku-buku editan saya sendiri, jadi SPG itu melelahkan sekali. Harus berdiri terus, pasang senyum ramah, dan sepenuh hati melayani pengunjung dengan berbagai ragam karakter. Profesi yang bukan saya banget. Mudah-mudahan tahun depan saya jadi pengunjung IBF saja, bukan kasir atu SPG lagi, hahahaha.

Walaupun begitu, saya cukup senang dengan IBF tahun ini. Tidak sesumpek tahun lalu. Tahun lalu itu jalan dari satu stan ke stan lain saja harus berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Alhamdulillah tahun ini IBF terasa lebih lega meski sama-sama di JCC. Mungkin ada perubahan tata letak stan atau apa.

Saya juga senang karena akhirnya saya beli buku lagi, setelah dua bulan lebih menahan diri nggak beli buku. Walaupun budgetnya tidak sesuai dengan rencana, (karena sebagian besar diambil untuk membeli handphone), saya bisa membeli buku-buku yang telah lama menjadi incaran saya.

jess-watters-544857-unsplash.jpg

Itulah sekelumit cerita saya di bulan April. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari tulisan ini. setidaknya buat saya sendiri sebagai penulisnya.

Semoga bulan-bulan selanjutnya lebih baik dan lebih bermanfaat. Amiin.

“Allahumma bariklanaa fii Sya’ban wa balighnaa Ramadhan.”
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”

Advertisements

Merenungkan Kembali Motivasi Blogging

Assalamualaikum, apa kabar?

Seperti sudah lama banget nggak menulis apa pun di blog. Setelah kemarin galau-galau nggak jelas seperti ABG labil, menimbang-nimbang mau dibawa ke mana blog ini, apakah akan didesain ulang dengan tema, tampilan, dan konten yang bisa diuangkan alias profitable atau stay humble alias begini-begini aja.

Sebelum mengambil sebuah keputusan, saya mencoba merenungkan kembali niat awal saya membuat blog.

1. Menjadi tempat menyimpan karya fiksi saya.

Sebenarnya tujuan ini agak riskan, sih. mengingat tulisan di internet itu sangat tidak aman. Orang akan bebas membaca, mengcopy-paste, atau memplagiat tanpa izin. Sementarat itu, sudah ada aplikasi-aplikasi penyimpanan file yang cukup aman tanpa harus mengobral isi file kita, seperti Cloud, Dropbox, dll. Akan tetapi, entah mengapa saya masih ingin menyimpan tulisan-tulisan saya di blog. Mungkin hasrat ingin pamer tetap sulit dibungkam, ya. wkwkwk….

alisa-anton-140247

unsplash.com/alisa-anton

2. Menjadi tempat saya menemukan dan menyemangati diri sendiri.

Tidak dapat dipungkiri, susah sekali untuk tidak curhat di blog meskipun saya masih juga curhat di diary. Namun, saya merasa ada perbedaan antara curhat di blog dan curhat di diary. Curhat di diary lebih lepas dan bebas, apa saja bisa dituangkan. Sedangkan curhat di blog, seperti ada filter yang membuat saya menyaring apa yang ingin saya tulis. Dan entah mengapa, hal itu bukan mengekang, malah menjadi self-healing tersendiri buat saya.

Saat saya curhat di blog, saya lebih banyak berpikir dan merenung dan akhirnya mengambil hikmah dari hal-hal yang saya alami. Saya berusaha mengambil pelajaran dari pahit-manis kejadian yang saya alami. Seperti saat saya kehilangan Kuro, saat saya merasa begitu terpuruk, atau pengalaman saya makan kepiting.

alisa-anton-166247

unsplash.com/alisa-anton

3. Berbagi inspirasi dan manfaat kepada pembaca blog.

Saya ingin, baik yang sengaja mampir maupun yang tak sengaja tersasar ke blog saya mendapatkan ‘sesuatu’ setelah membaca blog ini. tentu saja, harapan saya ‘sesuatu’ itu bernilai positif, seperti semangat, inspirasi, ide baru, atau merasa tidak sendirian karena ternyata saya juga merasakan apa yang dia rasakan, eaaa…. Karena saya juga senang saat menemukan dan membaca blog yang menginspirasi saya, memberi wawasan baru, atau membuat saya merasa saya tidak sendirian menghadapi sesuatu.

Apakah di antara ketiga tujuan tersebut ada yang berbau-bau profit atau monetized? Ternyata tidak. Sejak awal, saya membuat blog karena saya memang suka menulis (dan pamer tulisan). Hanya itu. Jadi, saya memutuskan untuk kembali ke niat awal saya yang membuat saya bertahan nge-blog hingga sekarang.

Tentu saya tetap ingin ada perbaikan di blog ini meskipun sedikit demi sedikit dan mungkin terlihat tidak begitu berarti bagi pembaca. Saya akan terus belajar dan berusaha agar blog ini tidak sekadar menjadi tempat curhat tetapi juga membuat siapa pun yang membacanya mendapat inspirasi dan teman berbagi.

Lalu, apakah membuat blog yang profitable dengan konten yang menjual itu salah? Tidak juga. Setiap orang punya alasan masing-masing dalam membuat blog. Yang terpenting bukanlah tentang profitable atau bukan, bukan tentang ribuan pengikut atau sedikit pengikut, bukan tentang berapa banyak brand yang mensponsori atau tidak sama sekali. Yang terpenting adalah menjadi diri sendiri, termasuk dalam dunia blogging. Setiap orang memiliki cerita masing-masing, memiliki ciri khas masing-masing. Dan itulah juga yang kita tunjukkan di dalam blog kita.

alisa-anton-267175

unsplash.com/alisa-anton

Just be yourself. The best version of yourself. Because nothing more tiring than become somebody else.

Bagaimana denganmu? Apa yang membuat kamu suka dunia blogging dan bertahan di dunia blogging hingga sejauh ini?