Napak Tilas Tulisan Lama

tulisan-lama

unsplash.com

Suatu malam, saya iseng membuka folder yang berisi tulisan-tulisan di blog saya. Saya memang terbiasa menyimpan postingan di blog dan mengaturnya sesuai tahun tulisan itu dibuat. Itu untuk arsip dan agar saya bisa membacanya lagi tanpa harus terhubung dengan internet.

Saya mulai mengenal blog di tahun 2008. Namun, baru membuat blog pada tahun 2009, dan mulai benar-benar aktif mengisi blog pada tahun 2010. Awalnya, saya membuat blog di blogspot. Tidak ada tujuan atau misi tertentu ketika awal mula membuat blog. Saya mengisinya dengan sesuka hati. Tidak ada niatan untuk menjadi lifestyle blogger, fashion blogger, culinary blogger, dan lain-lain. Bahkan saat itu saya belum tahu apa-apa tentang spesifikasi blogger.

Saya cukup aktif mengisi blog pada masa kuliah. Kebanyakan isinya curhat tentang kehidupan kampus dan harapan-harapan saya untuk masa depan. Waktu itu saya tidak terpikir tentang jumlah follower, pageview, SEO, google analytic, dan lain-lain. Malahan saya jarang mempromosikan url blog saya, karena berharap tidak banyak yang tahu blog saya sehingga saya bisa curhat sebebasnya.

Selama kurang lebih lima tahun (2010-2015), blog saya mengalami berbagai perkembangan. Yang tadinya lebih banyak berisi curhat dan obrolan ngalor-ngidul, berakhir sebagai blog khusus resensi buku dan segala sesuatu yang berkaitan dengan buku bacaan. Di tahun 2015 pula saya memantapkan diri untuk membuat blog lain di wordpress yang khusus menayangkan cerita-cerita fiksi saya.

Sampai kini, dua tahun kemudian, kedua blog tersebut masih ada dengan segala pasang dan surutnya. Kadang saya merasa malas menulis blog, kadang saya bersemangat sekali. Namun, saya sadar ada sesuatu yang berbeda ngeblog sekarang dengan ngeblog pada zaman dulu.

Dulu, saya tidak berpikir lama-lama mau curhat ini-itu di blog. Dulu, saya nggak bikin editorial calendar untuk blog. Tulisan lepas saja,tergantung ide yang saat itu hinggap di kepala. Dulu, saya nggak sering-sering memeriksa statistik dan jumlah follower. Dan saya merasa baik-baik saja dengan itu semua.

Sekarang, setelah melihat tulisan saya pada zaman dahulu dan tulisan saya baru-baru ini, saya menyadari bahwa tulisan jaman dulu saya, lebih seru dan lebih ‘saya’. Entahlah. Mungkin karena sekarang saya merasa perlu berhati-hati dalam hal curhat. Bukan karena tidak mau hal-hal pribadi saya dibeberkan di dunia maya, melainkan saya takut kalau saya cuma ‘nyampah’ di blog. Takut kalau ada yang mampir ke blog saya komentar, “Blog kok isinya curhatan semua, nggak ada manfaatnya sama sekali.” dan semacam itulah. (Dan ternyata sampai sekarang tetap saja isinya curhat, wkwkwk).

Kembali lagi ke tulisan-tulisan lama saya. Sejak blog pertama saya dikhususkan menjadi blog buku, saya menghapus banyak tulisan yang tidak berhubungan dengan buku. Namun, saya masih menyimpan tulisan aslinya dalam folder.

Saya jadi terpikir untuk memposting kembali tulisan-tulisan itu di blog ini. Mungkin tidak semua. Hanya beberapa yang kira-kira masih nyambung dengan kondisi saat ini dan masih cukup layak untuk dibaca lagi. Mudah-mudahan terlaksana.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu suka memerhatikan tulisanmu dari waktu ke waktu? Adakah perubahannya?

The Joy of Blogwalking

the-joy-of-blogwalking

unsplash.com

Salah satu kesukaan saya di dunia blogging adalah blogwalking. Rasanya seru aja gitu mampir-mampir dan membaca berbagai blog. Biasanya sehabis blogwalking, banyak ide muncul di kepala. Tetapi, sering juga, habis blogwalking malah jadi minder dan malas ngeblog karena melihat blog lain yang jauh lebih bagus, sedangkan blog sendiri biasa aja, hehehe.

Blogwalking pula yang akhirnya membuat saya mengenal Komunitas Blog Buku Indonesia (BBI). Karena melihat banyak blog yang khusus meresensi buku, akhirnya saya tertarik ikut menjadi anggotanya. Sampai kini, saya masih mengelola blog khusus resensi buku dan menjadi anggota BBI walaupun nggak terlalu aktif, sih, hehehe…

Banyak banget hal menyenangkan yang didapat ketika kita blogwalking. Misalnya:

1. Menemukan blog seru yang bisa difollow
2. Membaca gaya tulisan di blog yang berbagai macam.
3. Menemukan ide-ide yang mungkin sebelumnya nggak kepikiran
4. Menambah daftar teman di dunia maya
5. Memberi inspirasi terkait desain dan layout blog
6. Mengetahui komunitas-komunitas di dunia maya

Bagi saya, blogwalking itu seperti membaca berbagai majalah. Ada majalah yang bagi kita menarik dan akhirnya kita beli bahkan berlangganan majalah tersebut. Ada juga majalah yang mungkin kurang sesuai dengan selera kita tapi membuka mata kita terhadap hal-hal yang sebelumnya nggak kita tahu.

Kalau punya blog, blogwalking sudah semacam aktivitas yang tak bisa terhindarkan. Soalnya kan, nggak asyik kalau cuma baca blog sendiri, hehehe. Tetapi, seperti yang tadi saya bilang di awal. Selain banyak manfaatnya, blogwalking juga kadang memberi efek lain ke kita, seperti jadi minder, malas, atau malah pusing mau menulis apa saking banyaknya ide yang didapat.

Supaya nggak seperti saya, ada beberapa hal yang perlu diingat, nih:

1. Jangan membandingkan. Ada blog yang layoutnya bagus banget, followernya banyak, isi blognya pun kece. Ya, mungkin pemiliknya bekerja keras untuk itu. Mungkin dia sewa jasa desain blog atau belajar mati-matian ngedesain blog, selalu meluangkan waktu buat menulis di blog, dll. Intinya, dibalik setiap blog yang keren, pasti ada pemilik blog yang bekerja keras agar blognya berbobot.

2. Catat setiap ide yang muncul. Yup, ini untuk meminimalisasi ide-ide yang kelayapan di pikiran. Kalau ide itu dituliskan, kita akan lebih mudah memfilter dan memilih mana yang mau kita tulis lebih dulu, mana yang mau kita tunda, atau mungkin akhirnya nggak kita pakai.

3. Jangan terlalu lama blogwalking. Waktu untuk blogwalking juga perlu diatur. Jangan blogwalking melulu, tetapi nggak pernah mengisi blog. Sayang, kan waktunya. Atur waktu khusus untuk blogwalking. Atau bikin perjanjian, setelah blogwalking ke sekian blog, harus berhenti dan menulis untuk blog sendiri.

4. Percaya diri dengan blog sendiri. Kalau kita punya niat dan tujuan yang baik dengan memiliki blog, nggak perlu minder dengan blog-blog lain yang lebih kece. Yang terpenting adalah banyak belajar, rajin berlatih (latihan menulis, edit foto/gambar, dll), dan membuka diri dengan hal-hal baru. Lama-kelamaan, blog kita pun akan ikut berkembang, dan siapa tahu nggak kalah kece dengan blog sebelah, hehehe.

Bagaimana dengan kamu? Apa kamu suka blogwalking juga? Menurutmu, apa sih yang paling menyenangkan dari blogwalking?