Sehat dengan Food Combining

Assalamualaikum….

Seperti janji saya beberapa waktu lalu, saya akan berbagi hasil bacaan saya tentang Food Combining. Mungkin trend tentang Food Combining ini sudah lama bergaung, ya. Saya juga sudah lama penasaran dengan Food Combining. Namun, baru sekarang dapat membaca salah satu buku yang membahas hal tersebut.

Saat mendengar Food Combining, yang pertama kali teringat adalah nama Erikar Lebang. Sayangnya, buku yang saya baca ini bukan tulisan beliau.  Meskipun begitu, buku karya Mbak Widyanti Yuliandari ini bagus sekali. Yuk, kita mulai.

food-combining (38).jpg

Food Combining itu apa, sih?

Sederhananya, Food Combining adalah pola makan sehat dengan memperhatikan jenis makanan, padanan makanan yang dikonsumsi, dan waktu makan. Food Combining bukan diet, sehingga belum tentu yang menerapkan pola makan Food Combining akan turun berat badannya dengan drastis. Food Combining lebih mengedepankan kesehatan tubuh.

Di dalam buku ini dijelaskan makanan yang dikonsumsi manusia secara umum terbagi menjadi empat jenis. Pati/karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

Bagaimana padu padan yang baik 4 jenis makanan tersebut?
1. Pati + Protein Nabati = YES
2. Pati + Sayur
3. Protein Hewani + Sayur
4. Pati + Protein Hewani = NO

Maksudnya, dalam sekali makan, makanan yang cocok dimakan bersama adalah nasi dengan tahu, nasi dengan sayur bayam, atau daging ayam dengan sayur bayam (tanpa nasi). Dalam Food Combining, karbohidrat tidak boleh dimakan bersama dengan protein hewani. Jadi, boleh makan rendang, tetapi nggak boleh pakai nasi. Boleh makan ayam goreng, tetapi nggak boleh pakai nasi atau karbohidrat lainnya. Mengapa? Penjelasannya agak panjang, bisa dibaca sendiri, ya di bukunya, hehehe.

Selain padu padan jenis makanan, Food Combining juga memperhatikan jam makan. Seperti yang kita ketahui, tubuh memiliki irama sirkadian atau proses cerna makanan di dalam tubuh.

1. Fase Cerna: 12.00 – 20.00
2. Fase Serap: 20.00 – 04.00
3. Fase Buang: 04.00 – 12.00

food-combining (3).jpg

Pada fase cerna, organ pencernaan sedang bekerja dengan baik. Oleh karena itu, saat ini kita boleh mengonsumsi makanan berat semisal nasi, daging, atau lauk-pauk lainnya. Sedangkan pada fase serap, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu berat. Lebih baik mengonsumsi buah-buahan. Begitu juga pada saat fase buang, tubuh belum siap menerima makanan yang perlu diproses dengan usaha keras.

Beberapa hal lain yang menjadi fokus utama Food Combining;

1. Minum air putih dengan perasaan jeruk nipis setelah bangun tidur
2. Sarapan dengan buah-buahan.
3. Tidak mencampur karbohidrat dengan protein hewani.
4. Mengunyah makanan dengan lama. a. Protein hewani sekitar 30 kali kunyahan, b. sayuran dan karbohidrat 20-30 kali kunyahan, c. buah sekitar 10 kali kunyahan.
5. Banyak minum air putih.
6. Sering mengonsumsi sayuran mentah.
7. Konsisten dan nikmati saja.

food-combining (7).jpg

Sebenarnya masih panjang nih, pembahasan tentang Food Combining yang saya dapat dari buku ini. Saya suka sekali dengan buku ini karena penjelasannya sederhana dan cukup menyeluruh untuk kalangan yang masih awam banget dengan pola makan Food Combining. Setelah membaca buku ini, saya juga jadi tergerak untuk menerapkan pola makan sehat, meskipun belum semaksimal yang dijelaskan dalam buku.

Mudah-mudahan saya bisa berbagi lagi, ya di postingan berikutnya.

Advertisements

Menikmati Masa Kini dengan Mindfulness

Sehari-hari, pernahkah kita terbayang-bayang masa lalu? Misalnya berpikir begini, “Enak ya, dulu, waktu masih sekolah. Nggak mikir ini, nggak mikir itu. Persoalan paling berat mungkin cuma soal Matematika atau Fisika.” Atau mungkin juga terbayang masa kuliah, yang bebas ke sana kemari. Lalu merasa semakin ke sini, hidup semakin rumit saja.

Saya sering merasa begitu. Ketika sedang stress atau merasa nggak nyaman dengan kondisi sekarang, saya sering terbayang masa lalu. Masa yang nggak akan pernah kembali meskipun kita mengenangnya ribuan kali.

Saya juga termasuk orang yang cukup sering mengkhawatirkan masa depan. Nanti kalau begini, gimana. Nanti kalau begitu, gimana. Rasanya hidup nggak tenang banget. Melakukan ini-itu karena ingin esok hari terjamin. Padahal tidak ada yang bisa menjamin kita masih hidup di hari esok kecuali atas kehendak-Nya.

Sebenarnya mempersiapkan hari esok atau masa depan tidak ada salahnya juga, sih. Hanya saja, kalau terlalu mengkhawatirkan hingga tidak bisa menikmati masa kini, rasanya sayang juga. Hari-hari berlalu untuk merindukan hal yang tak mungkin terulang dan meresahkan hari-hari yang belum pasti terjadi.

Lalu saya membaca buku karya Adjie Silarus berjudul Sadar Penuh Hadir Utuh. Dari buku tersebutlah saya tergerak untuk menikmati masa kini. Adjie sendiri menggunakan istilah mindfulness di dalam bukunya.

sadar-penuh-hadir-utuh

Apa itu mindfulness? Mindfulness adalah memerhatikan dengan cara tertentu: bertujuan, di sini, saat ini, tanpa melakukan penilaian. Sementara itu, yang saya tangkap tentang mindfulness adalah menyadari keadaan sekitar atau menyadari keadaan diri secara utuh dan penuh kesadaran dan menikmatinya dengan ikhlas.

mindfulness-juliet-adams.jpg

Mindfulness termasuk konsep yang baru saya dengar. Selama ini saya tidak terpikirkan dengan hal semacam itu. Apalagi dengan kebiasaan otak saya yang selalu ada saja yang dipikirkan. Mulai dari khayalan-khayalan nggak jelas (biasanya karena habis nonton film atau baca novel), sampai masalah-masalah yang belum tentu terjadi, tapi saya khawatir terjadi, dan saya merasa harus mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah tersebut. Aneh banget, kan?

Yah, begitulah. Makanya saya merasa terdorong banget untuk berlatih mindfulness. Supaya hari-hari nggak habis hanya untuk mengenang masa lalu dan mencemaskan masa depan. Supaya saya bisa lebih relaks menjalani hari, menikmati masa kini.

Di dalam bukunya, Adjie mencantumkan beberapa manfaat berlatih mindfulness.

1. Menentukan tujuan

“Menetapkan tujuan sebelum memulai sesuatu itu penting dan membantu kita dalam perjalanan. Saat menemui tantangan di tengah perjalanan, kita dapat mengingat tujuan kita di awal. Dengan begitu, motivasi terus terjaga untuk melanjutkan perjalanan.”

2. Menentukan prioritas

“Berani memutuskan untuk tidak melakukan hal-hal yang kita anggap tidak penting dapat membebaskan diri kita. Kita menjadi belajar untuk menghargai hidup dan tidak ada lagi beban pikiran di malam hari karena belum menyelesaikan ini dan itu.”

3. Mengubah kesepian menjadi kedamaian

“Kesepian tidak sama dengan kesendirian. Rasa sepi bisa muncul pada siapa saja yang merasa bahwa kebutuhan sosialnya yang paling mendasar akan dukungan dan penerimaan dari lingkungan tidak terpenuhi.”

Mungkin itu kali ya yang disebut Ari Lasso, “Di dalam keramaian aku masih merasa sepi….” Hehehe.

Dengan mindfulness, kita belajar untuk tidak melawan rasa sepi yang kita rasakan. Bisa dibilang, kita malah diajak untuk menikmati rasa sepi tersebut, dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tak terhindarkan dari kehidupan manusia.

4. Memperbaiki perasaan bersalah

“Rasa bersalah bisa menimbulkan ketidakberdayaan ketika kita tidak tahu harus berbuat apa untuk memperbaiki aki dari kesalahan kita. Jika dibiarkan berlarut-larut, perasaan ini akan menyebabkan kebencian pada diri sendiri.”

“Dengan mindfulness, kita tidak lagi menggunakan pikiran kita sebagai alat untuk menghukum diri dengan rasa bersalah. Kita jadi lebih bisa menyadari bahwa diri kita yang sekarang tidak sama dengan diri kita di masa lalu.”

5. Menekan Stres

“Apa pun yang kita lakukan dan betapa pun keras kita berusaha, serta betapa keren diri kita, dalam perjalanan hidup, kita akan selalu menemui masalah yang tidak bisa kita sangkal begitu saja.

Melatih diri sadar penuh-hadir utuh (mindfulness)-akan membantu kita meletakkan masalah yang kita hadapi dalam sudut pandang yang bijaksana melalui pemahaman yang lebih baik.”

6. Memunculkan ketenangan

Mungkin sehari-hari kita melalui dengan rutinitas yang sibuk dan seolah selalu berkejaran dengan waktu. Melupakan kebutuhan kita untuk menenangkan diri dan pikiran dari hidup yang ramai.

“Luangkanlah waktu meski sejenak untuk melatih ketenangan diri. Mungkin kamu tidak sontak meraih impianmu, tetapi berjalan menuju ke sana dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan.”

manfaat-mindfulness.jpg

Salah satu cara menenangkan diri dari Adjie yakni berlatih “menghitung napas”. Setiap kali merasa lelah, resah, stress, atau lainnya, cobalah untuk menghitung setiap kali kita menarik dan mengembuskan napas.

Saya akhirnya mencoba menerapkan latihan menghitung napas ini. Lumayan sih, memang cukup berpengaruh untuk mengurangi tingkat keresahan atau rasa stress. Tapi bukan berarti masalahnya selesai begitu saja. Masalahnya mungkin masih ada, tapi ada sedikit ketenangan yang timbul di hati, dan membuat saya merasa nggak terburu-buru memutuskan sesuatu.

latihan-mindfulness.jpg

Well, buku Sadar Penuh Hadir Utuh menurut saya sangat bagus. Meskipun tema bahasannya agak meloncat-loncat, tetapi membaca buku ini, saya merasa seperti diingatkan untuk tetap tenang, tetap tenang, jangan terburu-buru melakukan atau memutuskan sesuatu. Saya seperti diingatkan untuk menikmati setiap detik yang saya lewati. Karena kita hidup di masa ini, di masa kini, maka nikmatilah.

Kalau penasaran dengan isi bukunya, bisa lho mampir ke situs http://www.adjiesilarus.com Di situsnya, Adjie memberikan ebook gratis dengan hanya berlangganan email list-nya. Saya sendiri sudah berniat akan membaca dua bukunya yang lain, yaitu Love Out Loud dan Happy Breathing to You.

Selamat berlatih mindfulness. Selama menikmati masa kini.