Tahun Baru, Cerita Baru

magda-fou-421487-unsplash

Assalamualaikum, apa kabar?

Alhamdulillah, kita sampai pada tahun 2019. Bagaimana resolusi awal tahunnya? Ada yang sudah rutin menjalankan? Kalau saya belum, hahaha.

Pada akhir-akhir bulan Desember, saya kembali memikirkan mau dibawa ke mana blog ini. Apa yang ingin saya angkat pada tahun 2019? Apa yang ingin saya fokuskan dari blog ini?

Continue reading

Advertisements

You Can’t Do All the Things You Wanna Do

you-cant-do-all-the-things.jpg

Assalamualaikum, apa kabar?

Menjelang akhir tahun begini, pasti banyak yang mulai menyusun resolusi untuk tahun depan. Saya pun dulu-dulu juga begitu. Setiap akhir tahun, mulai menyusun resolusi untuk tahun depan. Sayangnya, masih banyak resolusi yang cuma pindah-pindah saja, dari tahun yang satu, ke tahun setelahnya, begitu seterusnya.

Haruskah membuat resolusi di awal tahun?

Tidak ada yang mengharuskan, kok. Resolusi bisa dibuat kapan saja, suka-suka kita. Kalau saya membuat resolusi di awal tahun supaya mudah saja mencocokkan dengan kalender Masehi yang banyak dipakai di masyarakat. Jadi, memudahkan dalam menyusun resolusi. Misal, mau melakukan ini di bulan Januari, melakukan itu di bulan Februari.

Namun, di akhir tahun ini, sepertinya saya tidak terlalu gencar atau ngoyo membuat resolusi. Beberapa hari terakhir mencoba mengingat-ingat resolusi 2017, apa saja yang sudah tercapai. Juga mengingat hal menarik yang menggoda dilakukan di tahun 2018. Kemudian menyadari kalau sampai sekarang saya masih sangat kerepotan dalam mengatur waktu.

Banyak sekali hal yang ingin saya lakukan selain bekerja di kantor dan mengurus rumah. Kenyataannya, harapan tidak selalu mewujud menjadi kenyataan. Kadang saya sering merasa stress sendiri, karena merasa tidak produktif. Merasa tidak menghasilkan sesuatu yang berkesan bagi saya sendiri.

Dulu, sebelum menikah, saya mengharuskan diri membaca atau menulis sesuatu di penghujung malam sebelum tidur. Dengan cara itu, saya merasa hari saya produktif. Tidak hanya sekadar bekerja atau mengerjakan pekerjaan harian (mencuci baju, menyetrika, dll.)

Setelah menikah, entah bagaimana ceritanya, segalanya berubah. Hampir setiap malam, mata dan otak sudah tidak bisa diajak bekerja sama lagi. Susah sekali diajak membaca buku atau menulis cerita atau postingan sederhana untuk blog. Dan di akhir minggu, setiap kali melihat ke hari-hari yang berlalu, saya sering merasa sedih. Kok, hari-hari biasa itu cuma berlalu untuk bekerja, mengurus rumah, bekerja, mengurus rumah.

Membaca satu buku butuh waktu dua sampai tiga minggu. Itu pun biasanya membaca buku di bus dalam perjalanan berangkat, kalau saya sedang tidak mengantuk. Menulis cerita apa lagi. menulis untuk blog, saya selalu usahakan di akhir minggu, atau di jam-jam istirahat kantor seperti sekarang ini.

Balik lagi ke tema resolusi. Sepertinya resolusi saya tahun ini adalah tidak membuat resolusi. Hahahaha….

Saya harus menerima kenyataan kalau saya tidak terlalu mahir dalam area multitasking. Saya harus menerima kenyataan kalau tidak semua hal bisa saya lakukan. Saya harus menerima kalau ada prioritas yang harus saya dahulukan dan ada hal yang bisa dikesampingkan untuk sementara waktu. Entah sampai kapan.

Baiklah, mungkin segitu dulu curhatan dari saya. Mudah-mudahan besok bisa menulis lagi dengan isi kepala yang lebih jernih.