February Reflection

alex-blajan-144134

Assalamualaikum, apa kabar?

Bagaimana kabar bulan Februari-mu? Mudah-mudahan tidak sesendu hujan yang turun hampir setiap hari di bulan ini, ya.

Alhamdulillah, Februari ini berlalu dengan cukup baik. Saya berhasil bikin post tentang self-love dan self-care yang dulu sempat saya janjikan. Mungkin sedikit berbeda dengan kebanyakan post bertema sama, tetapi mudah-mudahan tidak mengurangi semangat kamu untuk mempraktikkan self-love dan self-care.

Oiya, selama bulan Februari saya mencoba menerapkan metode “3 Most Important Things to do this week”. Apaan, tuh?

Saya termasuk orang yang senang menulis daftar kegiatan yang ingin dilakukan alias to do list. Biasanya saya menuliskannya di awal minggu untuk mengetahui apa saja yang harus dan ingin saya lakukan di minggu tersebut. Sayangnya, saya mudah sekali membuat daftar yang panjang, namun pada akhirnya hanya beberapa dari daftar itu yang terlaksana. Hal itu ternyata cukup mempengaruhi saya dalam hal merasa tidak produktif juga membuat saya kurang fokus.

Nah, suatu ketika saya menemukan sebuah postingan di blog. Saya lupaaa banget judulnya apa, tetapi yang saya ingat adalah bagaimana si blogger membuat daftar tiga hal penting yang ingin dilakukan di suatu minggu. Ingat, ya, hanya tiga. Tiga hal yang sangat sangat penting dikerjakan pada minggu itu.

Awalnya, agak sulit untuk saya memilih tiga hal yang benar-benar prioritas. Yang benar-benar harus saya usahakan tercapai semua di akhir minggu. Saya juga harus memilih hal yang paling realistis untuk dikerjakan di minggu itu.

Pelan-pelan, saya mencoba menerapkannya di tiga minggu terakhir bulan Februari (termasuk minggu ini). Alhamdulillah, membuat “3 MIT to do this week” sangat membantu saya untuk fokus pada apa yang benar-benar ingin saya kerjakan dan akhirnya berhasil diselesaikan. Saya berniat untuk melanjutkan metode ini di minggu-minggu selanjutnya.

Untuk bulan Maret, saya sudah menyiapkan tema postingan tentang pernikahan. Hal apa saja yang akan dibahas? Tunggu saja, ya. Bulan Februari ini juga saya berhasil menulis dua cerita, Rahasia Hati dan satu lagi masih rahasia karena akan diposting di bulan Maret. Yeay!

Bagaimana denganmu? Apa hal menyenangkan yang terjadi di bulan ini? Dan apa yang ingin kamu lakukan di bulan Maret nanti? Share yuuk…

Advertisements

Self-Care: How Should We Do It?

Assalamualaikum, apa kabar?

Setelah minggu lalu membahas tentang self-love, kali ini saya akan mengulas tentang self-care.

Sebelumnya, apa sih self-care itu?

Menurut saya, self-care itu sangat erat kaitannya dengan self-love. Jika self-love adalah tentang mengenal, menerima, dan mencintai diri sendiri, maka self-care adalah praktik nyata dari self-love. Seperti jika self-love itu visi, maka self-care itu misinya.

Di banyak blog post, self-care seringkali digambarkan dengan kegiatan untuk menyamankan diri sendiri, seperti minum secangkir teh hangat, mendengarkan lagu klasik, menulis jurnal, jogging di sore hari, atau melakukan hobi yang kita sukai.

Hal-hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak sepenuhnya benar pula. Mengapa? Menurut saya, self-care is not always about relaxation and joyful things, tetapi memperhatikan tiga hal penting unsur diri kita, yaitu ruhani, jasmani, dan akal. Tiga hal itu mesti seimbang dan kita perlu memedulikan ketiganya dengan baik. That’s self-care for me.

self-care-1

 

Mengapa self-care penting buat kita?

Buat yang nggak mau hidupnya biasa-biasa aja, buat yang mau menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara, pasti self-care itu penting banget. Kenapa? Ya, karena semua keinginan itu berawal dari diri kita sendiri.

Jika kita perhatian dengan diri kita, memperhatikan kondisi ruhani, akal, dan jasmani kita, itu akan sangat membantu kita dalam mencapai apa yang kita inginkan.

Ingin hidup sehat dan bahagia, tetapi nggak pernah memperhatikan makanan yang dimakan, jarang olahraga, dan sering bergosip, mungkinkah akan selalu sehat dan bahagia? I don’t think so. Lama kelamaan, tubuh kita pasti menunjukkan akibat dari kesembronoan kita dalam makan, badan sering pegal-pegal karena jarang olahraga, dan hati nggak tenang karena takut digosipin sama orang yang sering kita gosipin. Iya, nggak sih?

So, bagaimana cara kita mempraktikkan self-care?

Sebenarnya, praktik self-care itu kembali ke diri masing-masing. Apa hal yang jarang kita perhatikan dan pedulikan. Misal, kita sudah selektif dalam memilih makanan sehat, olahraga teratur, dan tidur dengan cukup, hanya saja kita masih kurang dalam ibadah atau masih malas menambah ilmu. Nah, berarti dua hal itu yang perlu ditingkatkan supaya tiga unsur penting tadi jadi seimbang.

Self-care tidak melulu hal mewah atau sesuatu yang harus meluangkan banyak waktu. Bisa saja sesederhana menunggu bus atau kereta sambil membaca buku atau mendengarkan murattal Al-Qur’an. Bisa saja sesederhana stretching atau olahraga ringan setelah shalat Shubuh supaya nggak tergoda kembali ke kasur. Bisa saja sesederhana tidak tidur larut malam supaya bisa bangun shalat Shubuh tepat waktu, or better, shalat Tahajjud.

Dengan memperhatikan dan memperlakukan diri kita dengan adil dan layak, percayalah, good things will come naturally. Setidaknya, kita menjalani hari-hari dengan tenang, sabar, dan penuh rasa syukur karena kita sadar ada banyak karunia yang diberikan Allah dalam hidup kita.

self-care-2

 

Bagaimana denganmu? Seperti apa self-care versimu dan apa saja yang kamu lakukan untuk mempraktikkan self-care? Yuk, sharing cerita kamu di kolom komentar 🙂