Persiapan Menyambut Ramadhan 1439 H

persiapan-menyambut-ramadhan

Assalamualaikum, apa kabar?

Tinggal hitungan hari menuju Ramadhan. Apa saja nih yang sudah disiapkan demi menyambut bulan yang istimewa?

Menuju Ramadhan, kebanyakan orang pasti sudah mulai bersiap-siap. Macam-macam persiapannya. Mempersiapkan makanan berbuka seperti kurma, sirup, dan segala yang manis-manis. Buat ibu-ibu, pasti mulai menyiapkan bahan-bahan mentah atau siap masak untuk sahur. Ada juga yang mulai menyiapkan makanan yang bisa dijual saat bulan puasa atau bahkan kue-kue kering untuk Lebaran nanti. Pokoknya, pasti siap-siap, deh!

Akan tetapi, sebenarnya apa saja sih yang sebaiknya dipersiapkan menyambut Ramadhan tercinta?

Persiapan Ruhiyah

Menulis bagian ini sebenarnya jadi malu sendiri. Karena saya pun masih sangat kurang persiapan ruhiyahnya. Sejak mulai bulan Rajab dan Sya’ban, ada baiknya kita semakin rajin shalat sunnah, shaum sunnah, memperbanyak tilawah, sedekah, dan segala perbuatan yang baik-baik.

Kenapa? Karena sebenarnya bulan Ramadhan adalah waktunya memanen pahala. Ketika di dua bulan sebelumnya sudah sangat terbiasa dengan berbagai ibadah dan amal saleh, maka di bulan Ramadhan tinggal melanjutkan saja dengan bonus pahala yang berlipat-lipat.

Biasanya pula, persiapan yang baik sebelum Ramadhan akan terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Jadi, nggak putus-putus tuh sampai Ramadhan selanjutnya. Malah seharusnya makin baik. Ya, kan?

persiapan-menyambut-ramadhan-2

Persiapan Lingkungan

Dimulai dari yang terdekat dulu yaitu mempersiapkan peralatan shalat seperti mukena, sarung, dan sajadah. Sebelum bulan Ramadhan sebaiknya membersihkan peralatan shalat. Bukan berarti membersihkan peralatan shalat hanya saat menjelang Ramadhan, ya.

Saya yakin, pasti kita punya waktu reguler buat mencuci mukena dsb. Hanya saja, menjelang Ramadhan, boleh banget tuh peralatan shalat dicuci ulang biar makin bersih dan wangi. Kalau ada yang sobek-sobek sedikit bisa dijahit. Supaya ibadah jadi nyaman dan tenang.

Selain peralatan shalat, rumah adalah tempat yang nggak ketinggalan buat dibersihin. Sekali lagi, bukan berarti bersihin rumah hanya saat mau Ramadhan, tetapi melakukan pembersihan secara ekstra dan berfokus.

Misalnya:

1. Membuang barang-barang yang tidak bermanfaat dan malah berisiko mengganggu kekhusyuan ibadah di bulan Ramadhan.

2. Menyumbangkan baju-baju layak pakai untuk disedekahkan kepada fakir miskin.

3. Mendaur ulang barang-barang yang masih bisa digunakan.
Kalaupun malas melakukan daur ulang (seperti saya), tinggal kasih ke tukang loak atau tempat daur ulang supaya barang-barang tersebut bisa diolah lagi.

4. Membersihkan tempat-tempat yang jarang ‘tersentuh’ saat bersih-bersih reguler.
Mungkin ada sudut-sudut rumah yang nggak terlalu kita seriusin saat bersih-bersih biasa karena memang jarang dipakai dan tampak nggak terlalu kotor. Akan tetapi, nggak salah juga kan kalau sekali-kali kita bersihin dengan serius? Siapa tahu menemukan banyak harta karun di sudut sana, hehehe.

5. Menyemarakkan rumah dengan hiasan menyambut Ramadhan.
Sekarang ini sudah cukup banyak rumah yang memajang poster atau hiasan lucu menyambut Ramadhan. Macam-macam bentuknya. Ada yang sekadar tulisan “Marhaban ya Ramadhan”, ada yang sampai memajang target ibadah yang ingin dicapai di bulan Ramadhan. Seru, bikin semangat, dan mudah-mudahan menginspirasi orang yang melihatnya.

persiapan-menyambut-ramadhan-3

Persiapan Fisik

Mau tahu cara supaya nggak lemas saat puasa? Yaitu sering shaum sunnah. Kalau sering shaum sunnah, dijamin tubuh nggak bakal kaget lagi saat Ramadhan, terutama di hari pertamanya.

Selain sering shaum sunnah, menjaga pola makan dan makanan yang dimakan juga penting. Jangan sampai pas puasa malah sakit. Menjaga makanan yang dimakan selama bulan puasa juga tetap penting.

  •  Jangan sering-sering makan gorengan meskipun itu makanan terenak yang disantap saat berbuka (colek diri sendiri).
  •  Jangan makan makanan yang terlalu pedas (nanti sakit perut pas shalat tarawih).
  •  Jangan makan makanan yang terlalu manis saat sahur (nanti puasanya lemes).
  •  Banyak makan buah dan sayur supaya nggak kekurangan vitamin.
  • Minum air putih secara reguler (jangan minum sirup atau teh manis terus, nanti bisa dehidrasi)

Nah, itulah sekelumit persiapan menyambut Ramadhan dari saya. Dari sekian banyak persiapan ini, apa yang sudah saya lakukan?

Duh, kalau ini sih lebih mudah menulis dan mempostingnya di blog daripada melakukannya. 😀

Semoga kita disampaikan pada bulan Ramadhan ini, mendapat ridha dan ampunan dari Allah SWT, bisa mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, dan meraih pahala lailatul qadar. Amiin…

Advertisements

Ramadhan Kali Ini

Ramadhan

Assalamualaikum, apa kabar semua?

Tidak terasa, ya, tahu-tahu sudah seminggu menjalani puasa di bulan Ramadhan.

Apa kabar target-target saya selama Ramadhan?

Uggh… rasanya jauh sekali dari target-target yang dicapai, terutama di bagian ‘Trying to live more healthy’. Niat hati di bulan Ramadhan ini ingin berbuka tanpa gorengan, tetapi di hari pertama sudah makan bakwan jagung dan risol. Begitu juga di hari kedua, makan tahu isi, risol, cakwe, dan kerupuk mie. (idih, ini makannya banyak banget, ya? Tapi tenang, setiap varian cuma nyobain satu buah, wakaka). Terus hari ketiga makan risol, bakwan, dan tahu isi. Hari keempat, mencoba untuk menyetop gorengan dan menggantinya dengan makan kurma. Hari kelima makan risol lagi. Hari keenam coba berhenti lagi dan menggantinya dengan makan siomay. Hari ketujuh alias hari ini, belum tahu mau makan apa, hehehe.

Kenapa, ya, susah banget berbuka tanpa gorengan?

1. Gorengan ada di mana-mana

Yup, bener banget. Bahkan sepanjang jalan pulang saya dari kantor ke rumah, entah sudah berapa puluh tukang jualan gorengan berjejer. Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, tukang gorengan dadakan makin menjamur.

2. Gorengan murah meriah

Ini juga jadi salah satu alasan yang tidak bisa dipungkiri, sih. Rata-rata harga gorengan sekarang seribu rupiah per pieces. Ada juga yang menjual 1500 satu buah atau 2000 dapat tiga potong (tapi yang ini udah jarang banget). Lumayan banget, kan, buat orang yang ngirit seperti saya? Ehe ehe ehe. Selain beli gorengan, dengan uang yang ada, kita bisa beli makanan yang lain.

3. Gorengan berbagai macam bentuknya

Kalau nggak suka tempe, bisa pilih tahu. Kalau nggak suka risol, bisa pilih bakwan. Kalau nggak suka singkong, bisa pilih cireng. Intinya, dalam sekali beli, kita bisa menikmati berbagai macam makanan. Biasanya penjual gorengan minimal menjual tiga macam gorengan. Ada juga yang super lengkap sampai ada lontong segala. Kalau yang super lengkap ini, belinya lebih leluasa lagi karena banyak pilihan.

Dari tiga alasan itu saja, sudah kebayang kan betapa beratnya perjuangan berbuka tanpa gorengan di negeri yang amat sangat mencintai gorengan? Tetapi saya nggak putus asa, kok. Pokoknya sebisa mungkin, kurangi jajan gorengan. Kalaupun belum bisa sebulan penuh, paling tidak, lebih banyak hari tanpa gorengan ketimbang yang pakai gorengan.

Selain target No Gorengan, sepertinya sih sudah cukup tercapai. Supaya kebutuhan gizi tetap tercukupi selama Ramadhan, saya menargetkan setiap hari harus makan sayuran hijau, entah itu di saat berbuka atau sahur. Lebih baik lagi di keduanya. Alhamdulillah, sampai hari ini masih terus berjalan. Selain sayuran hijau, saya juga mengonsumsi buah dan kurma. Ini juga untuk menyiasati supaya sistem pencernaan lancar dan nggak sulit BAB.

Bagi saya, Ramadhan kali ini terasa agak berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, setiap mau berbuka itu saya selalu lapar mata. Rasanya semua makanan ingin dilahap. Padahal saat sudah ada di hadapan, nggak semuanya saya makan. Sekarang, rasa-rasanya sih sudah bisa menahan hawa nafsu, yah, hehehe…. Nggak lapar mata lagi, berbuka seadanya, yang penting ada makanan bergizi yang dimakan. Jangan sampai makan banyak, tapi nggak bergizi semua.

Untuk target ibadah yaumiyah, masih berusaha juga supaya sesuai dengan yang diharapkan. Walaupun ada hari di mana saya merasa capek banget atau males banget, tetapi saya berusaha nggak berlama-lama di perasaan itu. Dan nggak langsung merasa gagal karena telah ada satu hari yang nggak sesuai target. Soalnya, kalau sudah seperti itu, pasti saya malah lebih males lagi di hari-hari selanjutnya.

Jujur, dari dalam hati ini sering berharap, seandainya semangat Ramadhan selalu ada di 11 bulan lainnya. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini, harapan itu tercapai. Dan semoga Ramadhan membawa banyak kebaikan dalam hidup kita.

Selamat berpuasa dan beramal shalih bagi yang menjalankan. Semoga amal ibadah kita diterima Allah Ta’ala. Amiin….