August, Month for Slow Down and Keep Calm from Everything

slow-living-keep-calm.jpg

Bulan Juli bisa dibilang berjalan cukup padat bagi saya. Waktu kerja yang full, Senin sampai Sabtu selama 4 minggu, undangan pernikahan di tiap akhir pekan, sumur air yang terganggu, dan handphone yang keyboard-nya error. Terdengar cukup sepele mungkin, tapi bagi saya sudah cukup memusingkan. Belum lagi dengan perasaan overwhelmed yang entah dari mana muncul, juga dorongan untuk terus memposting tulisan bagus di blog yang sering membuat saya merasa bersalah karena tidak melakukannya.

Maybe I’m perfectionist or maybe I’m not. Yang jelas, saya merasa butuh jeda sejenak dari segala kepadatan ini. Terutama yang berasal dari diri sendiri.

Hikmah Handphone Rusak

Salah satu hal yang menimbulkan stress bulan ini adalah keyboard handphone saya error. Bukan eror yang parah memang. Tetapi tetap saja menyebalkan karena aktivitas mengetik saya di handphone terganggu. Saya merasa kesal karena tidak bisa mengetik beberapa huruf, tidak bisa menekan tombol backspace, dan pada akhirnya itu semua mengganggu aktivitas komunikasi saya di handphone.

Namun, setelah dipikir-pikir, ada hikmahnya juga handphone saya keyboardnya eror. Saya jadi tidak terlalu sering membuka handphone. Saya juga mereset ulang handphone dan hanya mengunduh aplikasi yang benar-benar saya butuhkan. Hal yang saya inginkan sejak lama tetapi belum

Saya sampai berpikir, apa lebih baik saya tidak perlu pakai handphone? Tetapi setelah saya pikir ulang, mungkin saya tidak akan mengambil langkah seekstrem itu. Karena bagaimanapun saya tetap butuh berkomunikasi dengan orang-orang yang penting bagi hidup saya.

Jurnal Syukur

jurnal-syukur.jpg

Hari Jumat kemarin, di pengajian kantor, sang ustadz penceramah mengangkat tema tentang syukur. Bahwa kita manusia sering sekali lupa dengan bersyukur. Ternyata lupa bersyukur membuat hidup kita tidak tenang dan tidak dapat merasakan nikmat yang dikaruniakan Allah. Salah satu cara supaya kita tidak lupa bersyukur adalah dengan membuat daftar hal-hal yang patut kita syukuri.

Setiap hari, saat bangun tidur dan hendak tidur lagi, buatlah masing-masing minimal 10 daftar hal yang membuat kita bersyukur pada hari itu. Lakukan hal tersebut setiap hari, jadikan kebiasaan, maka kita akan terus teringat untuk selalu bersyukur.

Saya pikir itu adalah langkah yang bagus untuk diikuti. Saya berniat awal bulan ini menjadi awal bagi saya menulis jurnal syukur.

Tenang Menghadapi Blog

Akhir-akhir ini, entah dari mana asalnya, saya merasa dikejar-kejar oleh diri sendiri untuk terus menulis tulisan bagus dan mempostingnya di blog. Saya merasa bersalah jika saya tidak menepati target menulis postingan blog dan merasa sedih jika pageview postingan tersebut menunjukkan angka rendah. Saya merasa kurang, saya merasa harus terus menulis agar blog saya ramai dikunjungi pembaca.

Kemudian saya berpikir ulang, apakah itu yang benar-benar saya inginkan dalam dunia blog ini? Bahwa saya lebih mementingkan jumlah post, jumlah pageview, jumlah follower?

Memang menyenangkan jika kita bisa rutin menulis blog, apalagi banyak yang membaca tulisan tersebut. Tetapi jika menjadikan itu sebagai tujuan utama, saya merasa kurang tepat juga. Saya ingin sesuatu yang lebih dalam, lebih kuat, lebih bermakna daripada sekadar angka.

“I want to touch my reader’s heart with my writing.”

Saya ingin bertemu orang-orang yang ketika membaca tulisan saya, dia akan berkata, “Saya juga merasakan hal yang sama dan saya senang kamu menuliskannya di sini.”

“I want to share good things from my heart, from my mind, from my experience, not just talk about nonsense to gain my follower or page view.”

So here I am, berusaha untuk tetap tenang dan melakukan yang terbaik. Saya berusaha untuk mengingatkan diri saya sendiri, bahwa saya hidup tidak hanya di dunia. Ada akhirat yang akan saya tempati selama-lamanya. Jangan sampai sehari-hari hanya sibuk dan pusing dengan urusan dunia, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk akhirat.

Alhamdulillah, dengan berpikir seperti itu, saya mulai tergerak untuk lebih bijak memilih, mana yang patut dipusingkan dan mana yang tidak perlu dipusingkan. Jika hal-hal yang saya pusingkan tidak mengganggu segala sesuatu yang berhubungan dengan akhirat, ya sudah tidak apa-apa. Tidak usah tergesa-gesa, tidak usah terburu-buru. Handphone eror, mungkin itu pertanda agar saya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan handphone.

Untuk blog, saya terus mengingatkan diri sendiri bahwa everything takes time. Semua butuh waktu. Kalau kata Tantri Kotak, pelan-pelan saja, hehehe. Memaksakan diri juga harus dengan bijak. Kalau nggak menulis post karena malas-malasan harus tegas, kalau memang merasa belum ada sesuatu yang benar-benar menggelitik untuk ditulis, mungkin saatnya bertualang, mengeksplor hal-hal yang belum saya ketahui.

Semoga bulan ini berjalan dengan baik dan lancar, begitu juga dengan bulan-bulan selanjutnya.

What do you plan and wish for this month?

Advertisements