Serendipity

serendipity

Assalamualaikum, apa kabar?

Akhirnya bisa menulis blog lagi setelah beberapa waktu merasa nggak tahu mau posting apa padahal sudah ada beberapa draft yang ingin diselesaikan. Mudah-mudahan draft-draft itu bisa saya posting segera.

Nah, kali ini saya mau sharing tentang tiga hal yang menyenangkan yang tidak sengaja saya temukan akhir-akhir ini. Apa sajakah itu?

1. The Moffatts mengeluarkan lagu baru

Memang nggak penting banget sih, tapi buat saya yang nge-fans sama band bersaudara ini penting banget. Buat yang nggak tahu The Moffatts, pasti kalian bukan angkatan 90an, hahahaha.

Saya tahu The Moffatts mengeluarkan lagu baru dari Joox. Itu juga karena iseng-iseng ngecek lagu-lagu di bagian New Release. Pas lihat ada The Moffatts langsung dengerin, dong! Eh, lagunya enak!

Musiknya kurang lebih sama dengan musik The Moffatts awal-awal muncul, nge-pop dan easy listening. Dengerin lagu baru The Moffatts bikin nostalgia masa muda, hahaha. Yang penasaran, silakan dengerin di sini ya. Beneran enak lagunya!

2. Jesse McCartney juga mengeluarkan lagu baru

Satu lagi fakta nggak penting yang penting buat saya, wkwkwk. Saya ini pengagum Jesse McCartney dari zaman masih SMP. Hanya saja ketika memasuki dunia kerja dan menikah, saya jadi jarang mendengar lagu-lagunya. Mungkin karena musiknya Jesse waktu itu kurang sesuai sama telinga saya.

Lagu baru Jesse kali ini sudah rilis dari bulan Maret lalu. Tetapi karena saya kurang update dengan info Jesse, jadi baru tahu sekarang. Itu pun karena menonton video klip lagu barunya The Moffatts di Youtube, eh, muncul videonya Jesse. Langsung nonton, deh. Daaaan yang pertama kali tercetus di kepala saya adalah, “Jesse kok nggak tua-tua, ya? Eh, kok dilihat dari samping mirip Leonardo Dicaprio masih muda, ya?”

Lagunya sih lumayan enak. Musiknya agak beda dengan lagu Superbad, lagu terakhir yang saya dengar dari dia, yang nggak terlalu saya suka. Konsep video klipnya juga bagus. Saya suka! Saya suka!

3. The Stolen Years yang bikin termehek-mehek

Waktu iseng-iseng mencari film untuk diunduh di tempat favorit, saya menemukan film The Stolen Years (Bèi tōu zǒu dì nà wǔ nián). Dari sinopsis-nya sih kayaknya menarik. Tentang seorang perempuan yang kecelakaan dan saat terbangun ternyata dia amnesia dan sudah cerai dengan suaminya.

Saya unduh dan saya tonton berdua dengan suami, ternyata ceritanya sedih, bok! Awalnya sih biasa aja ya, tentang pasangan muda yang bulan madu, terus saat jalan-jalan kecelakaan. Nah, pas di rumah sakit, pas istrinya terbangun, ternyata itu sudah lima tahun kemudian dan pasangan itu sudah cerai.

Cerita pun mengalir ke bagian bagaimana si perempuan ini berusaha mengingat kembali apa yang telah terjadi dengan hidupnya dan bagaimana ia berusaha memperbaiki yang telah terjadi itu. Ah, pokoknya bikin mewek banget, deh. Apalagi semakin ke akhir cerita.

Ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil dari film ini, terutama bagi pasangan yang sudah menikah. Intinya, akan ada banyak hal yang bisa terjadi selama kehidupan pernikahan dan itu bisa mempengaruhi sifat dan perilaku masing-masing pasangan dan pada akhirnya ikut mempengaruhi pernikahan itu sendiri.

Wajib tonton, deh, pokoknya. Terutama buat yang sudah nikah, karena saya jamin lebih ngena. Apalagi masalah yang muncul di film ini nggak jauh dari kehidupan pernikahan (terlepas dari kasus amnesia-nya, ya).

Tiga hal ini buat saya serendipity banget alias saya temukan tanpa sengaja dan cukup ‘mewarnai’ hari-hari saya yang biasa-biasa ini.

Bagaimana dengan kamu? Apa momen serendipity yang pernah terjadi dalam hidupmu?

Advertisements

Old Taylor Swift’s Songs You May Miss

Setelah sekitar seminggu yang lalu lihat video musiknya Taylor Swift yang terbaru, kok, saya jadi kangen ya dengan Taylor Swift yang saya sukai waktu jaman SMA.

Jujur saja, Taylor Swift adalah salah satu dari sedikit penyanyi perempuan yang saya sukai. Soalnya saya lebih suka dengan lagu-lagu yang dinyanyikan penyanyi laki-laki, hehehe. Inget banget, dulu pas SMA seneng banget nyanyi lagu Taylor Swift, di kelas, di kamar. Lirik-lirik lagunya saya catat di buku tulis. Setiap nemu foto dia di majalah, saya gunting terus saya pajang di binder atau di tempat-tempat yang sering saya lihat. Intinya, dulu saya ngefans banget sama dia.

taylor swift bow (2).jpg

Kalau ditanya alasan kenapa suka sama Taylor Swift, ya, memang agak klise sih. Saya suka karena dia cantik. Dulu saya melihat dia itu seperti Barbie hidup, seperti putri dalam dongeng yang ada di dunia nyata. Ditambah lagi, beberapa lagu patah hatinya sesuai banget dengan saya.

Perasaan ngefans mulai berkurang saat Taylor Swift memutuskan meluruskan rambutnya. Hufth, memang sih itu hak dia mau mengganti gaya rambutnya seperti apa, tetapi saya sukaaa banget dengan rambut keritingnya yang panjang dan pirang keemasan itu. Cantik banget. Salah satu aspek yang membuat dia seperti putri dalam dongeng.

Kemudian, ditambah dengan gossip-gosip yang mengabarkan dia bolak-balik ganti pacar. Hufth, jadi makin ilfeel. Tetapi tetap saja, kalau Taylor Swift mengeluarkan lagu baru, pasti saya cari tahu, saya dengarkan, dan ujung-ujungnya tetap suka.

Namun, untuk lagu terbaru dia kali ini, Look What You Made Me Do, sepertinya kurang cocok dengan pendengaran saya. Entahlah. Sebenarnya sih terserah Taylor Swift ya, dia mau membuat lagu apa, bergaya seperti apa. Toh, kalau saya nggak suka, ya nggak usah dilihat dan didengar. Tetapi sebagai fans lamanya, saya jadi kangen dengan lagu-lagu lamanya. Dengan style-nya dia yang masih ala-ala princess. Yang masih seperti damsel in distress, bukan nightmare dressed a daydream seperti sekarang.

Ini dia beberapa lagu lama Taylor Swift yang sayang kangenin:

10. Begin Again (2014)

Lagunya belum terlalu lama, sih. Buat saya ini termasuk lagu baru yang masih menunjukkan style Taylor Swift yang lama. Manis dengan gaun cantik. Liriknya bercerita tentang ‘aku’ yang akhirnya percaya cinta lagi setelah ketemu seorang cowok di café, di hari Rabu.

Memorable Lyric:
I’ve been spending the last eight months
Thinking all love ever does is break and burn and end
But on a Wednesday in a cafe I watched it begin again

9. Safe and Sound (2010)

Lagu yang menjadi soundtrack film Hunger Games. Saya suka dengan gaun putih yang dipakai Taylor Swift di sini. Lagunya cocok banget dijadiin lagu nina bobo. Menenangkan.

Memorable Lyric:
Just close your eyes
The sun is going down
You’ll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I’ll be safe and sound

8. Tim McGraw (2006)

Lagu debut pertama dari Taylor Swift. Lagunya terdengar manis di telinga. Konon Taylor Swift menulis lagu ini saat masih di high school. Lagu ini diberi judul Tim McGraw karena Taylor Swift menyukai penyanyi country ini.

Memorable Lyric:
But when you think “Tim McGraw”
I hope you think my favorite song
The one we danced to all night long

7. Our Song (2006)

Masih termasuk lagu debut Taylor Swift, selain Tim McGraw. Kalau lihat video klipnya, ini salah satu video musik dengan gaya Taylor Swift yang masih ala putri dalam balutan gaun cantik. Jujur saja, saya suka lihat video ini karena itu. No memorable lyric.

6. White Horse (2008)

Ini lagunya sedih, sih. Tentang gadis yang patah hati karena pacarnya mendua. Dan dia baru sadar kalau kisah cintanya bukan seperti dongeng putri yang ditolong pangeran berkuda putih.

Memorable Lyric:
That I’m not a princess, this ain’t a fairy tale
I’m not the one you’ll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain’t Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it’s too late for you
And your white horse, to come around

5. You Belong with Me (2008)

Video klipnya lucu, dan gaya culun Taylor Swift ikonik banget. Bahkan gaya ini muncul lagi di video klip terbaru dia, Look What You Made Me Do. Konsep video klipnya mirip dengan video klip Girlfriend-nya Avril Lavigne. Mereka sama-sama ada dua, yang satu culun, yang satu keren. Bedanya, Taylor Swift lebih menonjolkan sosok culun, sedangkan Avril Lavigne menonjolkan sosok keren/gaul. Pas di bagian akhir, tetep ya, Taylor Swift cantik banget kayak princess.

Memorable Lyric:
If you could see
That I’m the one
Who understands you.
Been here all along.
So, why can’t you see
You belong with me,
You belong with me.

4. Back to December (2010)

Lagu bernuansa dingin dengan Taylor Swift yang dikelilingi butiran salju. Konon katanya, lagu ini ditulis untuk sang mantan, Taylor Laurtner. Sesama Taylor ini katanya cinlok saat pembuatan film Valentine’s Day. Nah, pas jaman ini, saya lumayan ngikutin gosipnya Taylor, hehehe. Dan ikut patah hati juga saat tahu mereka putus. Padahal keliatannya mereka cocok. Tapi, yah namanya juga artis ya, gonta ganti pacar sudah biasa.

Memorable Lyric:
I miss your tanned skin, your sweet smile,
So good to me, so right
And how you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry.

Maybe this is wishful thinking,
Probably mindless dreaming,
But if we loved again, I swear I’d love you right.

I’d go back in time and change it but I can’t.
So if the chain is on your door I understand.

3. Mine (2010)

Sudah menjadi kelaziman model cowok di video klipnya Taylor Swift itu ganteng-ganteng. Tetapi menurut saya, dari sekian banyak cowok ganteng itu, Toby Hemingway-lah yang paling ganteng. Suka banget dengan video klipnya, walaupun ceritanya si Taylor Swift ini cuma ngayal doang. Konsep liriknya mirip dengan Begin Again, tentang perempuan yang takut jatuh cinta, tetapi akhirnya mencintai juga.

Memorable Lyric:
You were in college working part time waiting tables
Left a small town, never looked back
I was a flight risk with a fear of fallin’
Wondering why we bother with love if it never lasts

2. Teardrops on My Guitar (2006)

Lagu dengan lirik yang paling menyentuh buat saya. Konsep video klipnya juga bagus. Apalagi saat Taylor Swift memainkan gitar dengan gaun hijaunya. Konon, lagu ini ditulis Taylor Swift untuk mengenang gebetannya di high school dulu, yang nggak ngeh dengan perasaan Taylor.

Memorable Lyric:
‘Cause he’s the reason for the teardrops on my guitar
The only one who’s got enough of me to break my heart
He’s the song in the car I keep singing, don’t know why I do
He’s the time taken up, but there’s never enough
And he’s all that I need to fall into.

1. Love Story (2008)

Ini lagu pertama yang mengenalkan saya dengan Taylor Swift. Lagu yang paling sering saya nyanyikan, selain lagu Teardrops on My Guitar. Lagu yang membuat saya yakin Taylor Swift adalah putri dalam dongeng yang hadir di dunia nyata. Saya suka dengan seluruh adegan di video ini. Saking sukanya, saya berharap bisa menjahit gaun seperti yang dipakai Taylor Swift.

Memorable Lyric:
Marry me, Juliet, you’ll never have to be alone.
I love you, and that’s all I really know.
I talked to your dad – go pick out a white dress
It’s a love story, baby, just say “Yes”.

Sebenarnya masih ada banyak lagu Taylor Swift yang saya suka. Tetapi tidak semuanya ada video klipnya, seperti Today was a Fairytale, Speak Now, Enchanted. Lagi pula, nanti daftarnya makin panjang.

Saya tahu, setiap penyanyi, setiap seniman, berhak membuat karya yang mereka suka, yang mereka anggap sesuai dengan kepribadian mereka. Jadi, kalau sekarang lagu dan video klip Taylor Swift seperti itu, ya terserah dia juga. Saya juga tahu, biasanya artis itu memang tidak lama bertahan dengan imej manis dan princess-y mereka. Coba lihat saja Britney Spears dan Miley Cyrus yang berubah imej.

Omong-omong, siapa yang suka dengan ‘old’ Taylor Swift seperti saya? Lagu mana yang paling kamu sukai?