Selamat Datang Desember dan Buku Baru (Dicetak)

Selamat Datang Desember dan Buku Baru (Dicetak)

Assalamualaikum, apa kabar?

Desember sudah mulai dari kemarin-kemarin, tetapi saya baru bisa menulis postingan awal bulan hari ini. Sebenarnya, akhir November itu ada yang mau diposting, tetapi setelah dipikir-pikir, nggak usah diposting, deh. Karena isinya curhat yang personal banget, coba diendapkan dulu. Eh, tahu-tahu Desember sudah berjalan.

Yah, begitulah hari-hari. Mereka terus bergerak tanpa kembali lagi. Kita yang harus bisa-bisain mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat atau bakal terisi dengan hal yang sia-sia.

Tidak terlalu banyak hal yang terjadi di bulan November. Rencana ikutan BNNS dari Storial.co gagal total. Saya bahkan tidak menulis setengahnya dari ide cerita tersebut. Ternyata menulis novel selama sebulan tidak semudah yang saya bayangkan.

Kabar baiknya, saya berhasil menyelesaikan proyek iseng-iseng saya. Kok, proyek iseng-iseng? Ya, soalnya memang beneran iseng saja, sih. Saya kepikiran mencetak Remember Reina dan Kumpulan Cerpen saya menjadi sebuah buku beneran.

Ini dia wujudnya!

IMG_20181204_114713.jpg

IMG_20181204_121410.jpg

Untuk Remember Reina, covernya didesain oleh teman kantor saya, Kak Tutik. Untuk kumcer Pada Suatu Pagi, covernya saya yang bikin dengan bantuan Canva, hahaha. Tadinya sok mau desain pakai Photoshop atau Indesign, tetapi ternyata ribet, bok. Nggak ada ilmunya juga. Yowislah pakai yang praktis aja. Makanya keliatan beda banget kan tampilannya. Hahaha.

IMG_20181204_115253.jpg

 

IMG-20181204-WA0005

Reina itu salah satu tokoh favorit saya. Saya suka banget sama dia. Setiap kali saya menulis cerita dia, saya seperti mendapat motivasi baru. Menulis cerita Reina membuat saya bahagia, dan Reina adalah tokoh pertama saya yang saya kasih akhir bahagia. Yang lainnya sedih atau gantung semua, hahaha.

IMG_20181204_114345.jpg

IMG_20181204_114351.jpg

Saya mencetak Remember Reina supaya saya mudah membaca-baca lagi ceritanya. Juga untuk memotivasi saya membuat cerita lain yang lebih bagus dari Remember Reina. Isi ceritanya nggak jauh beda dengan yang saya tampilkan di blog, hanya ada sedikiiit sekali perubahan yang berhubungan dengan saltik. Sisanya persis sama. Jadi kalau penasaran, bisa baca di blog ini juga.

Banyak yang menyarankan agar saya buka PO untuk Remember Reina, tetapi saya nggak PD, hahaha. Siapa sih yang mau beli dan baca? Eh, tetapi kali aja ada yang mau, ya?

Kalau ada yang mau kasih saran tentang sebaiknya saya buka PO untuk Remember Reina, boleh banget lhooo tulis di komen. Saya tunggu, ya! Terima kasih.

Advertisements

Perjalanan Rumah Cerita Ratih Cahaya

lauren-mancke-60627

Bulan November adalah bulan yang istimewa karena blog ini berulang tahun pada bulan November. Yup, blog Rumah Cerita Ratih Cahaya saya buat dan saya luncurkan pada bulan November 2014.

Awal mula saya membuat Rumah Cerita Ratih Cahaya adalah karena ingin menyimpan cerpen-cerpen yang pernah saya tulis. Saya sempat merasa khawatir jika cerpen-cerpen tersebut hanya disimpan di laptop, dan suatu hari laptop itu hilang atau rusak (na`udzubillah min dzalik), saya tidak punya cadangannya. Saya pikir tempat yang paling aman menyimpan tulisan adalah di internet. Jadilah saya membuat blog Rumah Cerita Ratih Cahaya.

Sebelumnya, saya memiliki blog Perpustakaan Ratih Cahaya. Saya membuat Perpustakaan Ratih Cahaya pada tahun 2009. Awalnya, isi blog tersebut campur-campur sampai pada tahun 2012 ketemu dengan para blogger buku.

Sejak saat itu, saya mulai menulis resensi buku yang dibaca, kenalan dengan komunitas Book Blogger Indonesia (yang saat ini sepertinya sedang hiatus, hiks), dan akhirnya mendaftar menjadi anggota BBI pada tahun 2015. Salah satu risiko menjadi anggota BBI adalah tidak boleh ada postingan non-buku di blog yang didaftarkan.

Karena merasa sayang dengan postingan cerpen-cerpen yang sudah ada, saya pun membuat sebuah blog baru. Awalnya, saya berniat menjadikan blog ini sebagai blog khusus tulisan fiksi saya. Bisa dilihat di awal-awal postingan, hampir semuanya adalah tulisan fiksi. Empat tahun berlalu, isi blog ini semakin bervariasi meskipun tetap saja yang mendominasi adalah curhatan pribadi.

Saya tidak menyesal dengan semua tulisan yang saya posting di blog ini. Entah itu tulisan yang murni curhat hingga berbagi info atau pengalaman yang saya ketahui. Tulisan-tulisan tersebut membantu saya melalui hari-hari yang berat, membantu saya menyimpan apa yang berarti bagi saya, membantu saya menemukan apa yang sebenarnya saya inginkan.

Saya senang karena masih bisa aktif menulis di blog meskipun tidak seperti yang saya harapkan. Setidaknya, saya masih menulis di blog ini minimal sebulan sekali.

Saya juga senang karena mendapat banyak ilmu baru melalui blog-blog yang saya ikuti. Yang awalnya hanya fokus pada cerpen dan tulisan fiksi, saya jadi mengikuti blog-blog bertema mindfulness, healthy living, lifestyle, dan lain-lain.

Saya sempat berpikir untuk mengganti nama dan deskripsi blog ini. Namun, sampai hari ini saya belum menemukan nama dan deskripsi yang tepat sebagai penggantinya.

Saya memiliki banyaaaaak sekali harapan pada blog ini. Banyak hal yang ingin saya pelajari, banyak hal yang ingin saya tulis di sini. Mudah-mudahan itu semua tidak hanya menjadi harapan tetapi mewujud menjadi kenyataan.

Tahun lalu, saya menulis serial Behind the Blog untuk merayakan ulang tahun blog ini. Tahun ini saya tidak menulis serial Behind the Blog karena belum dapat ide mau menulis tentang apa. Mudah-mudahan tahun depan bisa menulis serial ini atau serial lain yang masih berhubungan dengan dunia blog.

Well then, semoga blog ini terus berkembang menjadi blog yang bermanfaat bagi banyak orang.

Kamu punya rekomendasi, saran, atau masukan untuk blog ini? Boleh banget tulis di kolom komentar, ya. Saya tunggu….