Author's Note

Cerita-Cerita di Kepala

Banyak sekali hal yang ingin kuceritakan di sini. Setelah sekian lama tidak menulis di blog. Setelah melalui berbagai hal. Pahit manis, suka duka.

Untuk saat ini mungkin cerita singkat saja dulu. Yang penting kepala tidak terlalu penuh dulu.

Mulai dari pertengahan Januari, harus menjalani isolasi mandiri karena suami postif Covid 19. Alhamdulillah, aku negatif.

Tentang perjalanan hamil yang sebenarnya tidak terlalu banyak kendala. Hanya, saat masuk 7 bulan baru ketahuan kalau kadar hemmoglobin-ku rendah banget, 8.5. Dopping sayur dan vitamin penambah darah nggak cukup, akhirnya harus masukin vitamin penambah darah via infus.

Setelah itu, proses melahirkan yang…

Apa yang bisa kukatakan? Dibilang lancar, ya lumayan. Memakan waktu kurang lebih 10 jam, dari awal merasa mulas sampai akhirnya sang bayi lahir. Tetapi, ada kesalahan yang aku lakukan.

Aku sempat kehabisan napas, berhenti mengejan, dan sang bayi sempat tertahan cukup lama di jalan lahir sehingga saat lahir tidak menangis dan didiagnosis asfiksia berat alias kekurangan oksigen berat.

Dan untuk pertama kalinya merasakan menjadi orang tua yang bayinya langsung dirawat di NICU sesaat setelah dilahirkan. Tanpa sempat memeluk atau menggendong.

Tak sanggup menahan tangis saat hanya bisa melihat bayi yang ditunggu-tunggu selama hampir lima tahun dari balik kaca inkubator dengan selang ventilator di mulut dan aneka selang-selang lainnya yang aku tak tahu.

Lima belas hari yang terasa seperti selamanya. Setiap hari bolak-balik ke rumah sakit. Begitu hafal dengan bau dan suara mesin bangsal anak. Malam-malam yang diisi dengan isak tangis, doa, mohon ampun, penyesalan, dan pengandaian.

Sampai akhirnya bisa membawa sang bayi pulang. Dan perjalanan ini belum usai. Ceritaku belum selesai. Banyak sekali yang ingin kusampaikan. Tetapi, rasanya tak ada orang yang benar-benar bisa (dan mau) mendengarkan.

Akhirnya, aku kembali lagi ke sini. Ke blog ini. Tak peduli ada yang peduli atau tidak. Dengan cerita dan keluh kesahku. Setidaknya, kepalaku tak terlalu penuh lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s