Author's Note

Terima. Syukuri. Maafkan.

Tiga kata itu saya dapat dari buku 5 Tahun Pernikahan karya Ihsanun Kamil & Fufu Citra Cuaca.

Buku yang saya beli sejak lama sekali (2016? 2017?), tetapi baru saya baca tahun ini (2021).

Tiga kata tadi (Terima. Syukuri. Maafkan.) muncul di awal bagian buku yang membahas tentang proses ‘pembersihan’ luka masa lalu.

Namun, setelah saya renungi, tiga kata tersebut bukan hanya tentang persoalan masa lalu, tetapi juga masa sekarang. Khususnya bagi saya.

Mungkin saya tak banyak membahas tentang kehidupan pribadi saat Corona melanda dan apa dampaknya terhadap diri saya. Karena yah, nggak penting juga dibahas di blog.

Akan tetapi, saat pandemi mulai merebak dan pembatasan terjadi di mana-mana, saya mulai merasa kesal dan marah dengan keadaan. Terutama kepada negara Cina yang selalu saya anggap sebagai biang kerok masalah dunia yang terjadi sekarang.

Bahkan, sampai sekarang pun, kadang-kadang saya masih merasa kesal dan marah. Terutama saat bosan dan jenuh melanda dan rasa ingin bepergian begitu menggelora di dada.

Namun, mau bagaimana lagi. Marah dan kesal tak ada gunanya. Setiap hal yang terjadi di muka bumi ini sudah tercatat di Lauh Mahfuzh, sudah pasti terjadi atas izin-Nya, atas kuasa-Nya.

Oleh karena itu, tahun ini pun saya tidak merencanakan banyak hal, kecuali banyak-banyak bersyukur. Dan beberapa waktu lalu saya juga pernah menulis tentang penerimaan.

Setelah membaca buku 5 Tahun Pernikahan, saya merasa terlengkapi dengan menemukan tiga kata ‘ajaib’ tadi. Terima. Syukuri. Maafkan.

Kadang-kadang saya masih merasa tidak bisa menerima. Kalaupun bisa menerima dan bersyukur, satu tahap lagi hampir belum pernah saya lakukan. Maafkan.

Memaafkan apa? Memaafkan segala yang terjadi tahun lalu. Memaafkan kesalahan diri sendiri dan orang lain. Memaafkan hal-hal yang telah terjadi lalu berjalan maju tanpa beban dari hari kemarin.

Rasanya, resolusi tahun ini cukup disingkat jadi tiga kata saja. Terima. Syukuri. Maafkan.

Dan mudah-mudahan saya terbiasa dengan proses itu di masa-masa selanjutnya. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s