Author's Note

(Tidak) Ada Resolusi Tahun Ini

Sebelas hari telah berlalu, sekarang hari kedua belas dari tahun 2021.

Apa yang sudah saya lakukan selama sebelas hari itu? Rasanya tidak banyak, dan tidak terlalu berarti.

Pada akhir Desember 2020, pikiran saya disesaki oleh pertanyaan, “Kamu mau melakukan apa tahun 2021? Kamu ingin mencapai apa?”

Yang lalu dibalas cepat, masih oleh pikiran saya juga. “Ah, entahlah. Aku tidak ingin banyak berharap. Buat apa bikin target-target kalau tidak tercapai. Lihat, apa yang terjadi tahun ini.”

“Ya, tetapi, masa kamu nggak mau merencanakan apa pun, sih? Bisa-bisa, tahun depan malah lebih buruk, lho.”

“Sudahlah, tidak ada resolusi untuk tahun depan. Biar saja terjadi apa adanya.”

“Bagaimana dengan sesuatu yang mudah?”

“Apa masih ada hal yang mudah kala seperti ini?”

Pikiran saya yang optimis mengangguk yakin. “Ya, rencanakanlah sesuatu yang menyenangkan dan membuat dirimu lebih baik dari kemarin tanpa terlalu bergantung pada kondisi eksternal.”

Saya pun berpikir lama. Memikirkan tentang resolusi yg jamak dibikin orang pada awal tahun. Mengingat resolusi yang saya buat tahun-tahun sebelumnya.

Saya sudah belajar untuk tidak membuat resolusi yang muluk-muluk. Bahkan, resolusi yang sederhana seperti tahun kemarin saja, tidak semuanya terlaksana. Mau sesederhana apa lagi?

Kemudian, terbersit sebuah ide.

Mungkin resolusi tahun ini terasa abstrak. Saya sengaja tidak bikin sesuatu yg bisa diukur dengan pasti, dengan harapan saya termotivasi melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya dan jujur pada diri sendiri saat evaluasi nanti.

Tadinya, nomor lima itu ada tambahan, menulis minimal 50 ribu kata dalam bentuk apa saja. Boleh artikel, cerpen, novel, resensi, apa pun.

Tetapi, setelah saya pikir-pikir lagi, sudahlah. Biarkan yang 50 ribu kata itu terpatri di hati saja. Daripada nanti saya stress karena tidak tercapai.

Tahun ini, garis besarnya adalah changing and growing mindset. Lebih kepada bagaimana saya mengubah pola pikir saya, dari yang pesimis, malas, minder, dan berbagai pikiran negatif lainnya, menjadi pemikiran yg maju, terbuka, tetapi tetap terfilter.

Dan yang paling penting adalah tentang bersyukur. Rasa-rasanya, tahun lalu saya banyak mengeluh. Jadi, tahun ini saya berharap bisa melihat dan menerima segalanya dengan penuh kesyukuran. Bahwa itulah yang terbaik yang telah ditetapkan untuk saya.

Telah panjang saya berkata-kata. Walaupun pada awalnya saya berniat tidak ingin membuat keinginan apa pun tahun ini, tetapi dorongan untuk berubah menjadi lebih baik ternyata mampu membuat saya mengganti perspektif.

Mudah-mudahan saya bisa menjalani tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Begitu juga dengan kamu, yang membaca tulisan ini, semoga apa yang kamu inginkan terwujud. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s