Heartsong Journal

Assalamualaikum, apa kabar?

Alhamdulillah, bisa blogging lagi. Kali ini saya ingin sharing tentang Heartsong Journal.

Apa itu Heartsong Journal?

Saya mengetahui istilah ini secara tidak sengaja saat scrolling di Instagram, melihat postingan akun Goodful yang mengunggah tentang Heartsong Journal.

Karena tidak mendapat penjelasan yang lebih lengkap dari Instagram, saya langsung googling dan menemukan satu artikel Buzzfeed tentang Heartsong Journal. Sepertinya itu artikel yang menjadi sumber utama, karena selain itu saya belum menemukan tulisan lainnya terkait Heartsong Journal.

The best way I can explain a heartsong journal is that it’s basically an “encyclopedia of you.” It’s a special notebook, separate from your day-to-day journal/diary/notebook, where you can write the meaningful things that are really close to your heart, and that you want to reference again and again.

Mudahnya, Heartsong Journal tuh semacam jurnal khusus tentang diri kita. Bukan jurnal yang berisi rencana atau kegiatan harian. Pokoknya, all about ourselves.

Nah, pas banget saya menemukan artikel Heartsong Journal saat sedang galau dengan kegiatan journaling tahun 2020. Seperti yang pernah saya ceritakan di post ini, jurnal harian saya adalah buku tulis bergaris dengan cover tebal dan dari dulu selalu yang jenisnya seperti itu (beneran deh, saya bingung jenis buku itu namanya apa). Pernah mencoba ganti, tetapi merasa nggak sreg, akhirnya balik lagi pakai buku tulis yang ‘itu’ lagi.

heartsong-journal (1)

Saya nggak pakai jurnal atau agenda seperti orang-orang yang umumnya, ukurannya kecil, kertas polos atau berbintik-bintik sehingga mudah untuk digambari. Saya sudah merasa nyaman dengan halaman bergaris dengan ukuran seperti buku tulis.

Dan saya punya kebiasaan menghabiskan buku itu sehabisnya, jadi bukan setiap tahun ganti. Kadang di dalam satu buku itu memuat dua sampai tiga tahun. Misalnya, jurnal akhir 2016, lalu jurnal sepanjang tahun 2017, dan jurnal awal tahun 2018. Setelah bukunya habis, baru ganti buku baru, entah itu terjadi pada bulan apa.

heartsong-journal (2)

Karena sekarang tahun 2020, tahun baru, dekade baru, saya ingin ganti suasana dan ganti jurnal. Jurnal tahun 2019 saya masih sisa lumayan banyak karena mulainya pun awal Maret 2019. Tetapi nggak saya lanjutkan dan malah membeli jurnal baru khusus untuk mengawali dekade baru ini. Sekaligus saya ingin mencoba sekali lagi, apakah bisa memakai jenis buku lain untuk jurnal harian saya.

Ternyata tidak bisa, Kawan-Kawan. Baru beberapa lembar, terus merasa nggak sreg, merasa nggak nyaman, akhirnya balik lagi ke jurnal lama yang masih sisa sekian halaman. (Memang anaknya susah move on, wkwk) Terus saya bingung, yah, sayang banget jurnal yang baru saya beli, mau dipakai untuk apa. Sudah ada beberapa halaman yang ditulisi, target dan rencana tahun 2020.

heartsong-journal (3)

Eh, saya menemukan tulisan Heartsong Journal. Langsung deh terinspirasi untuk membuat Heartsong Journal juga. Walaupun beberapa halaman awal sudah ditulisi target dan rencana, nggak apa-apa. Anggap saja itu juga termasuk bagian dari diri saya (ya, iyalah).

heartsong-journal (4)

Rencana 10 Tahun yang belum diisi, wkwk

Heartsong Journal ini isinya bebas, ya. Istilahnya diganti pun juga boleh (sepertinya). Saya nggak tahu kenapa penulis menyebutnya dengan Heartsong Journal. Tetapi, bagi saya kedengarannya cukup bagus, jadi saya tetap memakai istilah itu.

heartsong-journal (5)

Heartsong Journal saya masih sedikit, tetapi saya sudah punya daftar yang akan ditambahkan nanti.

heartsong-journal (6)

Beberapa ide untuk mengisi Heartsong Journal, selain yang sudah disebutkan di situs Buzzfeed.

1. Biodata diri

Ini standar banget, sih, tetapi bisa lho bikin biodata yang nggak standar. Yang bukan cuma; nama lengkap, nama panggilan, TTL, alamat, dll.

2. Hal-hal yang disukai

Lagu favorit, film favorit, buku favorit, makanan favorit, momen favorit

3. Tempat-tempat yang ingin dikunjungi atau orang-orang yang ingin ditemui (boleh nyata, boleh fiksi)

4. Foto kita bersama orang-orang spesial

5. Apa pun yang membuat kita merasa bahagia, terinpirasi, dan termotivasi saat menuliskan, menempelkan, dan meletakkannya ke dalam jurnal.

heartsong-journal (7)

Sudah siap bikin Heartsong Journal versimu sendiri? 🙂

2 thoughts on “Heartsong Journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s