Monthly Journal; Oktober 2019

anete-lusina-382329-unsplash

Assalamualaikum, apa kabar?

Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat dan baik, ya, walaupun kondisi negara ini nggak terlalu baik akhir-akhir ini.

Cepet banget, ya, sekarang sudah masuk bulan Oktober aja. Tinggal tiga bulan lagi untuk tahun 2019. Apa kabar target-target dan resolusi? Karena saya menganut aliran nggak bikin resolusi tahunan melainkan per bulan, secara garis besar sih, kelihatannya oke-oke saja. Ada yang tercapai, bahkan melebihi target, ada juga yang masih wacana.

Nah, pada bulan September kemarin seperti yang sudah saya bilang, saya menghabiskan setengah bulan di awal untuk menulis cerita Senja Biru. Kemudian, setengah bulan sisanya masih 50:50 apakah mau langsung menulis cerita lagi atau fokus banyak membaca buku. Akhirnya, pilihan kedua yang saya ambil.

Kenapa? Karena nggak bisa move on, euy, sama Arza, hahaha. Arza itu salah satu tokoh cerita saya di Senja Biru. Nggak tahu kenapa, setiap mau menulis lagi yang keingetan dia melulu. Playlist yang disetel pun masih playlist Senja Biru yang bernuansa sedih-sedih gitu. Padahal, cerita yang mau ditulis selanjutnya nggak bernuansa sedih atau sendu.

Daripada nggak ngapa-ngapain, mending baca buku saja, deh. Total buku yang saya baca pada bulan September sebanyak 15 buku, lebih banyak daripada bulan-bulan sebelumnya. Dan pada bulan September saya sudah membaca seratus buku!

Memang catatan di Goodreads baru di angka 81, karena saya juga membaca buku yang tidak terdaftar di Goodreads. Tetapi, jangan pada heran atau kagum dengan saya, ya, karena bisa membaca buku sebanyak itu (siapa juga yang kagum, ya? Nggak ada juga, hahaha). Itu, kan, karena saya sekarang ‘pengangguran’, jadi punya banyak waktu luang untuk baca buku. Dulu pas masih kerja, bisa baca lima buku dalam sebulan pun sudah rekor banget.

Selain baca buku, saya juga bikin Kurikulum 3 Bulan.

Apa tuh Kurikulum 3 Bulan?

Jadi, itu terinspirasi dari buku Big Magic yang saya baca. Bukunya bagus banget, deh, saya sarankan kamu baca juga. Di buku itu, penulisnya, Elizabeth Gilbert, memberi tahu kita untuk mengikuti rasa ingin tahu.

Apa hubungannya dengan Kurikulum 3 Bulan?

Saya terinspirasi membuat (sok-sok’an) kurikulum ini untuk merapikan dan menjadwalkan hal-hal apa saja yang ingin saya ketahui. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun lalu, yang pernah saya post juga di sini, saya termasuk orang yang kalau sedang penasaran dengan sesuatu bisa lama banget berkutat di dunia maya mencari tahu tentang hal itu, simpan-simpen sampai menumpuk dengan harapan besok akan dibaca, ternyata nggak pernah dilirik lagi. Terus begitu lagi ketika menemukan sesuatu yang menarik hati saya.

Jadi, saya pikir, kenapa nggak bikin jadwal saja, misalnya minggu ini khusus menelusuri tentang A, minggu depan tentang B, minggu berikutnya lagi tentang C, mengingat banyak sekali hal yang saya sukai dan saya ingin tahu, tetapi nggak pernah terlalu dalam.

Selain itu, mumpung sudah menjelang akhir tahun. Setidaknya, pada akhir tahun, saya mendapat secercah dan secuil ilmu baru dari hal-hal yang saya inginkan tersebut. Sengaja saya bikin satu tema per minggu supaya fokus dan nggak tergoda ‘melirik’ tema lain di minggu itu, karena nanti juga ada waktunya masing-masing.

Begitulah kira-kira kehidupan saya akhir-akhir ini. Nggak ada yang terlalu mencengangkan ataupun menakjubkan, as usual as always, tetapi tetap patut disyukuri, daripada hidup yang heboh-heboh tetapi ujung-ujungnya bikin merana, kan?

Oiya, pada bulan September juga saya merayakan ulang tahun blog buku saya yang kesepuluh! Kamu bisa baca postingannya di sini. Saya juga berbagi tentang kiat konsisten ngeblog di postingan tersebut.

Kalau blog ini akan berulang tahun yang kelima pada bulan November nanti. Saya punya beberapa rencana untuk blog ini pada bulan November, salah satunya adalah menghapus banyak tulisan fiksi yang ada di blog dan memindahkan sebagian besarnya ke Storial. Sisanya (yang tidak diunggah ke Storial) akan kembali menjadi milik saya seorang.

Kenapa? Nanti, deh, ceritanya untuk postingan bulan November, ya. 😉

Bagi yang penasaran (jika ada) dengan cerpen-cerpen saya di blog ini, silakan dibaca dulu mumpung belum migrasi ke tempat lain. Akan tetapi, kalau memang lebih suka baca di platform Storial, silakan tunggu. Insya Allah, nggak akan sampai tahun depan, kok, migrasinya.

Maybe that’s it for now. Sampai ketemu di post-post selanjutnya. Semoga masih betah membaca tulisan-tulisan saya di Rumah Cerita Ratih Cahaya.

3 thoughts on “Monthly Journal; Oktober 2019

  1. Pingback: Monthly Journal; November 2019 – Rumah Cerita Ratih Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s