Self-Care: How Should We Do It?

Assalamualaikum, apa kabar?

Setelah minggu lalu membahas tentang self-love, kali ini saya akan mengulas tentang self-care.

Sebelumnya, apa sih self-care itu?

Menurut saya, self-care itu sangat erat kaitannya dengan self-love. Jika self-love adalah tentang mengenal, menerima, dan mencintai diri sendiri, maka self-care adalah praktik nyata dari self-love. Seperti jika self-love itu visi, maka self-care itu misinya.

Di banyak blog post, self-care seringkali digambarkan dengan kegiatan untuk menyamankan diri sendiri, seperti minum secangkir teh hangat, mendengarkan lagu klasik, menulis jurnal, jogging di sore hari, atau melakukan hobi yang kita sukai.

Hal-hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak sepenuhnya benar pula. Mengapa? Menurut saya, self-care is not always about relaxation and joyful things, tetapi memperhatikan tiga hal penting unsur diri kita, yaitu ruhani, jasmani, dan akal. Tiga hal itu mesti seimbang dan kita perlu memedulikan ketiganya dengan baik. That’s self-care for me.

self-care-1

 

Mengapa self-care penting buat kita?

Buat yang nggak mau hidupnya biasa-biasa aja, buat yang mau menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara, pasti self-care itu penting banget. Kenapa? Ya, karena semua keinginan itu berawal dari diri kita sendiri.

Jika kita perhatian dengan diri kita, memperhatikan kondisi ruhani, akal, dan jasmani kita, itu akan sangat membantu kita dalam mencapai apa yang kita inginkan.

Ingin hidup sehat dan bahagia, tetapi nggak pernah memperhatikan makanan yang dimakan, jarang olahraga, dan sering bergosip, mungkinkah akan selalu sehat dan bahagia? I don’t think so. Lama kelamaan, tubuh kita pasti menunjukkan akibat dari kesembronoan kita dalam makan, badan sering pegal-pegal karena jarang olahraga, dan hati nggak tenang karena takut digosipin sama orang yang sering kita gosipin. Iya, nggak sih?

So, bagaimana cara kita mempraktikkan self-care?

Sebenarnya, praktik self-care itu kembali ke diri masing-masing. Apa hal yang jarang kita perhatikan dan pedulikan. Misal, kita sudah selektif dalam memilih makanan sehat, olahraga teratur, dan tidur dengan cukup, hanya saja kita masih kurang dalam ibadah atau masih malas menambah ilmu. Nah, berarti dua hal itu yang perlu ditingkatkan supaya tiga unsur penting tadi jadi seimbang.

Self-care tidak melulu hal mewah atau sesuatu yang harus meluangkan banyak waktu. Bisa saja sesederhana menunggu bus atau kereta sambil membaca buku atau mendengarkan murattal Al-Qur’an. Bisa saja sesederhana stretching atau olahraga ringan setelah shalat Shubuh supaya nggak tergoda kembali ke kasur. Bisa saja sesederhana tidak tidur larut malam supaya bisa bangun shalat Shubuh tepat waktu, or better, shalat Tahajjud.

Dengan memperhatikan dan memperlakukan diri kita dengan adil dan layak, percayalah, good things will come naturally. Setidaknya, kita menjalani hari-hari dengan tenang, sabar, dan penuh rasa syukur karena kita sadar ada banyak karunia yang diberikan Allah dalam hidup kita.

self-care-2

 

Bagaimana denganmu? Seperti apa self-care versimu dan apa saja yang kamu lakukan untuk mempraktikkan self-care? Yuk, sharing cerita kamu di kolom komentar 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Self-Care: How Should We Do It?

  1. Pingback: February Reflection – Rumah Cerita Ratih Cahaya

  2. Pingback: Perjalananku di Tahun 2018 – Rumah Cerita Ratih Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s