7 Tugas Editor Buku

7-tugas-editor-buku

Assalamualaikum semua…. Mumpung masih suasana awal bulan, saya ingin bercerita tentang kegiatan sehari-hari saya sebagai seorang editor buku anak di sebuah penerbit. (Terus apa hubungannya dengan awal bulan, ya? Yah, disambung-sambungin aja, deh!)

Sewaktu kecil hingga remaja, tidak pernah terbersit sedikit pun cita-cita untuk menjadi editor. Meskipun saat itu saya sudah hobi membaca buku. Waktu itu, saya tidak tahu siapa itu editor dan ternyata ada jasa seorang editor di balik buku-buku keren yang saya baca.

Saya baru tertarik menjadi editor di masa akhir kuliah. Ketika bekerja di bidang jurnalisme tidak menjadi pilihan saya lagi. Kini, saya ingin berbagi sedikit gambaran tentang editor buku dan apa yang dikerjakan sehari-hari. Perlu diingat, apa yang sebutkan di sini tidak mesti sama dengan kondisi editor di penerbit lainnya. Namun, tulisan ini bisa jadi gambaran untuk siapa saja yang penasaran dan tertarik menjadi editor.

Jadi, seperti apa, sih pekerjaan editor sehari-hari?

1. Menyeleksi Naskah Masuk

Di penerbitan buku, setiap hari pasti ada naskah-naskah baru yang dikirim dari penulis. Tugas editor adalah menyeleksi naskah tersebut apakah layak diterbitkan atau tidak. Tugas menyeleksi ini lumayan memakan waktu, lho. Biasanya, proses seleksi ini memiliki tahapan-tahapan sampai akhirnya naskah tersebut dinilai layak diterbitkan.

Baca juga: Tips Agar Naskahmu Diterima Penerbit

2. Membuat Konsep Naskah

Selain menyeleksi naskah, editor juga bertugas untuk membuat konsep buku. Misalnya, ingin menerbitkan buku apa, buku hendak dibuat seperti apa (ukuran, bentuk, halaman), ditujukan kepada siapa, strategi promosi, dan berbagai persiapan lain. Biasanya, editor juga bekerja sama dengan tim redaksi serta penulis untuk mematangkan konsep buku yang akan digarap.

3. Menghubungi Penulis

Editor tidak hanya bergumul dengan naskah dan buku-buku, tetapi juga dengan pemilik naskah alias si penulis. Biasanya, editorlah yang menghubungi penulis terkait informasi naskah diterima/ditolak, urusan akad/perjanjian naskah, pemberitahuan buku terbit, dan lain-lain. Editor juga mengingatkan penulis yang memiliki tenggat waktu menulis, meminta perbaikan, dan lain-lain.

Baca juga: Menjadi Penulis yang Tidak Sekadar Menulis

4. Menyunting Naskah

Nah, mungkin ini inti pekerjaan dari seorang editor, yakni menyunting naskah. Lebih mudahnya, mempersiapkan naskah sehingga enak dibaca dan mudah dipahami pembaca. Biasanya proses menyunting terdiri dari mengecek salah ketik, penggunaan EBI dan tata bahasa yang benar, kesesuaian gaya bahasa dengan sasaran pembaca, dan mengecek kebenaran isi naskah.

Selama proses menyunting, bukan hanya butuh kesabaran dan ketelitian, tetapi juga ketidakbosanan, lho. Karena bisa jadi, editor harus membaca berulang-ulang naskah yang sedang disuntingnya. Jadi, nggak boleh cepat bosan, hehehe.

5. Mengecek Naskah Setelah Dilayout

Setelah naskah selesai diedit, akan masuk ke proses selanjutnya, yaitu layout atau tata letak. Kalau ini sudah bukan bagian editor lagi, melainkan tugas penata letak. Setelah naskah ditata letak (termasuk ditambah ilustrasi dll., tergantung bukunya), editor memeriksa lagi naskah tersebut. Jangan sampai masih ada yang salah atau kurang. Selesai diperiksa dengan saksama dan dinilai sudah layak, maka naskah tersebut akan masuk proses selanjutnya, yaitu turun cetak.

6. Menulis Back Cover/Blurb dan Pengantar Penerbit

Menulis back cover/blurb adalah tugas editor yang bisa dibilang gampang-gampang susah. Dianggap gampang, karena editor sudah tahu isi naskah dan kelebihan naskah yang akan ditonjolkan. Akan tetapi, menjadi tantangan tersendiri untuk mengemas isi dan kelebihan tersebut dan menampilkannya di bagian belakang buku. Editor harus membuat back cover yang membuat pembaca tertarik dan ingin membeli buku yang sedang dipegangnya.

Selain itu, kadang kala editor juga menulis pengantar penerbit (tidak harus ada di setiap buku). Biasanya pengantar penerbit berisi latar belakang/alasan diterbitkannya buku tersebut berikut kelebihan buku sehingga layak dibaca oleh pembaca.

7. Melihat Selera Pasar

Editor juga harus jeli dalam melihat selera pasar, terutama di bidang/bagian yang ia geluti. Misalnya, sebagai editor buku anak, saya harus tahu buku-buku anak apa sih yang dicari dan dibutuhkan pembaca, buku-buku yang sedang trend saat ini dan mungkin buku-buku yang akan trend ke depannya.

Hal ini bermanfaat agar editor tidak asal dalam memilih dan mengolah naskah. Tentu saja, baik penulis, editor, dan penerbit, ingin buku yang mereka buat disukai pembaca. Jadi, tidak bisa asal dalam mengolah dan menerbitkan buku.

Nah, itulah tujuh hal yang biasa dilakukan editor buku. Sekali lagi, yang saya sebutkan tadi bukanlah sesuatu yang baku atau paten. Setiap penerbit memiliki kondisi dan peraturan yang berbeda-beda dan itu memengaruhi tugas editor bukunya.

Saya sendiri menyukai pekerjaan ini, karena mungkin didasari oleh kesukaan membaca dan ingin berkontribusi dalam menerbitkan buku-buku yang bagus dan bermutu.

Bagaimana menurutmu? Apakah tertarik ingin menjadi editor juga? 🙂

Advertisements

5 thoughts on “7 Tugas Editor Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s