Puasa Twitter

Setelah beberapa bulan lalu aku memutuskan untuk puasa Facebook, sekarang giliran Twitter yang aku puasakan. Hmm… yah, setelah terjadi hal yang tidak menyenangkan di Twitter, aku merasa sepertinya aku harus hiatus dulu dari dua akun medsos ini. Jadi, kemarin aku menonaktifkan akun Facebook, lalu hari ini aku menonaktifkan akun Twitter.

Untuk akun Twitter, insya Allah dalam jangka 30 hari (atau kurang dari itu) akan aku aktifkan kembali. Untuk Facebook, aku masih belum tahu apakah aku akan mengaktifkannya kembali atau tidak. Selama ini, Facebook memang yang paling banyak menghabiskan waktu. Meskipun begitu, semua itu kembali ke pribadi masing-masing, ya.

Aku sendiri pun menyadari banyak manfaat yang aku dapat dari Facebook dan Twitter. Tapi, untuk saat ini aku merasa butuh waktu untuk tidak bersentuhan dengan media sosial sama sekali. Aku ingin menimbang kembali, apa sih tujuan aku memiliki akun media sosial dan bagaimana aku menggunakannya selama ini. Apa aku belum bijak menggunakannya? Apa aku masih terlalu responsif terhadap apa-apa yang aku lihat di layar media sosial? Apa aku cukup bijak memilah apa yang aku posting/bagi di media sosial?

Jika mengingat lagi, awal mula aku membuat akun Facebook adalah untuk menjalin ‘silaturahim’ dengan kawan lama. Kala itu, fasilitas di Facebook mirip-mirip gabungan antara Yahoo Messenger dan Friendster minus kita nggak bisa utak-atik backgroundnya. Semakin ke sini, fungsi dan makna Facebook menjadi berubah. Facebook bisa untuk promosi (termasuk promosi diri sendiri), jualan, kursus, berbagi berbagai macam berita, dan lain-lain.

Dengan Twitter, jujur saja waktu pertama kali aku membuatnya aku cuma ikut-ikutan. Saat melihat artikel di majalah remaja tentang Twitter (waktu itu tahun 2008) dan membahas tentang banyaknya artis-artis yang bikin akun Twitter, aku pun ikutan bikin. Niatnya karena ingin tahu apa sih yang bakal ditulis artis-artis itu di akun Twitternya. Yah, maklumlah masih SMA.

Sayangnya, aku lupa password akun Twitter pertamaku. Dan akhirnya aku buat lagi akun Twitter kedua di tahun 2010 untuk keperluan ospek kampus. Dan sampai hari ini, itulah akun yang aku pakai. Hmmm… sudah lama juga berarti, ya.

Entahlah, apa mungkin aku mengalami kejenuhan atau apa. Sepertinya aku memang butuh waktu untuk menjauh dari hiruk pikuk media sosial untuk saat ini. Sebenarnya aku juga ingin melarikan diri dari hiruk pikuk dunia nyata, tapi nggak bisa, hahaha….
Yah, every people have their problem, every people struggling their battle. Saat ini aku juga sedang berjuang menghadapi masalahku. Semoga aku bisa melaluinya dengan baik.

Yang jelas, aku berniat kembali memanfaatkan Facebook dan Twitter suatu hari nanti. Saat aku sudah merasa yakin bisa bijak menggunakannya. Good luck for me!

Advertisements

3 thoughts on “Puasa Twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s