Cita-Cita dari Masa Lalu

seth-doyle-8

Sewaktu kecil, mungkin kita sering ditanya, “Kalau besar nanti, mau jadi apa?”
Saya juga pernah mendapat pertanyaan serupa. Tebak apa yang saya jawab?

“Ilmuwan.”

Hahahahaha… kalau diinget-inget sekarang, rasanya pengen ketawa aja inget jawaban waktu kecil dulu. Jawaban itu cuma bertahan sampai kelas 3 SD, karena setelah itu, saya nggak terlalu tertarik dengan pelajaran IPA dan memutuskan batal ingin menjadi ilmuwan (btw, dulu yang saya pahami menjadi ilmuwan berarti pintar IPA).

Cita-cita saya pun berganti menjadi wartawan, khususnya wartawan perang. Kenapa bisa terbersit ide seperti itu di pikiran anak SD?

Karena waktu SD saya kecanduan sebuah drama china (sebut saja Romance in the Rain) di mana tokoh utama laki-lakinya berprofesi sebagai wartawan. Dan latar waktu di drama itu adalah saat penjajahan Jepang di Cina, maka si tokoh ditugaskan untuk meliput medan perang. Begitulah.

Di saat yang sama, dunia sekitar saya juga sepertinya mendukung untuk menjadi wartawan perang. Saat saya SD itu terjadi peristiwa WTC, di mana akhirnya Amerika menyerang Irak. Ditambah lagi saya baru mengetahui tentang perang Palestina dan Israel. Lalu ada konflik di Afghanistan yang tak kunjung usai.

Semua itu akhirnya membentuk pikiran polos nan heroik saya untuk menjadi wartawan perang yang kredibel.

Ketika menginjak SMP dan SMA, saya sempat merasakan fase di mana saya memiliki begitu banyak mimpi dan keinginan. Terutama setelah membaca Tetralogi Laskar Pelangi dan novel-novel lainnya. Saya ingin menjadi pengelana, jadi pattisieur, jadi penulis, jadi aktivis sosial, pokoknya macam-macam. Namun, keinginan menjadi wartawan tak pernah sirna dari hati saya.

Seperti yang saya tulis di 20 facts about me, karena keinginan menjadi wartawan itulah yang menggiring saya untuk memilih jurusan Komunikasi saat kuliah. Hmm, sebenernya waktu ambil jurusan itu juga banyak mindernya, sih. Alhamdulillah diterima.

Dan apakah jurusan yang sesuai dengan cita-cita saya mendekatkan saya pada cita-cita itu?

Ternyata tidak, kawan-kawan.

Belajar Komunikasi, khususnya Jurnalisme, membuat mata batin dan pikiran saya terbuka, bahwa sebenarnya saya nggak minat-minat amat pada bidang tersebut. Saya sering gugup ketika bertemu orang baru, lebih suka dengan kegiatan harian yang terjadwal (dan terprediksi), dan saya tidak terlalu bisa bekerja di bawah tekanan.

Keputusan baru pun lahir, setelah saya magang menjadi jurnalis di sebuah kantor berita radio di bilangan Jakarta. Saya nggak akan jadi wartawan atau jurnalis!

Terus, jadi apa?

Saat itu, belum kepikiran jadi apa. Baru setelah saya selesai sidang, saya tahu saya ingin bergelut di bidang apa.

Saya ingin berkecimpung di dunia buku. Apapun itu, pokoknya masih di dunia buku.

Kenapa?

Karena saya baru sadar kalau minat saya yang paling besar ada di sana.

Dan meskipun saya nggak langsung mendapatkan apa yang saya mau, Alhamdulillah, Allah mengabulkan keinginan saya untuk berkecimpung di dunia buku, yakni sebagai penyunting alias editor buku anak.

Am I happy? Yes, I really do. Meskipun menjadi editor tidak semuanya gampang dan menyenangkan. Kadang saya juga stress, bosen, dan jenuh. Tapi setidaknya, ini adalah hal yang saya suka dan saya senang ketika menjalankannya.

Pada akhirnya, saya sadar bahwa cita-cita boleh berganti, merasa salah jurusan bukan bencana, yang penting bagaimana kita berusaha mewujudkan apa yang kita mau. Ketika usaha sudah dilakukan, doa sudah dipanjatkan, tinggal berserah kepada Yang Maha Segalanya, semoga kita selalu berlapang dada atas apa yang telah Dia tetapkan.

Yah, begitulah sedikit catatan saya tentang cita-cita. Semoga bermanfaat dan bisa mengurangi kegalauan bagi yang masih bingung mau ngapain, mau jadi apa. Tenang aja, saya rasa hampir setiap orang pernah mengalami masa itu, masa-masa bingung dan mencari tahu. Yang penting, tetap semangat! 🙂

*Postingan ini untuk blogging challenge ‘Your Dream Job’

Advertisements

One thought on “Cita-Cita dari Masa Lalu

  1. Pingback: 7 Tugas Editor Buku – Rumah Cerita Ratih Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s