Tentang Ide-Ide yang Bertebaran, Draft yang Belum Selesai, dan Perkara-Perkara Lain yang Tak Kunjung Tercapai

Death_to_stock_communicate_hands_5

Okay, masih ingat dengan 30 Days Blogging Challenge yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu?

Yup, nasib tantangan itu pada akhirnya terabaikan. Saya sepertinya masih sulit untuk konsisten menulis di blog setiap hari. Ada juga teman yang mengatakan pemilihan tema per hari sedikit mempersulit proses penulisan karena terkekang dengan tema. Bagi saya, dengan adanya tema malah sedikit memudahkan karena bisa jadi panduan ide menulis. Yah, setiap orang kan berbeda-beda, ya. Intinya, sih, tantangan itu sekarang jadi terabaikan. Begitu pula sanksinya. Hmmmm…

Lalu beralih ke draft yang waktu itu saya rencanakan akhir Agustus kelar. Yup, sekarang sudah tanggal 31 Agustus, dan draft itu belum kelar juga, kawan-kawan! Aduh, sebenarnya sedih juga, sih kalau rencana tidak berjalan sesuai target.

Waktu tanggal 17 Agustus, saya sempat diskusi dengan seseorang terkait draft saya, dan dia memberi banyak masukan, sehingga ada perubahan besar pada draft itu dibanding dengan draft awal yang pernah saya bikin. Sejak itu, saya mendapat sedikit pencerahan dan jadi lebih bersemangat untuk merealisasikan ide tersebut.

But, the problem is…. Setiap hari saya tidak mengacuhkan ide tersebut. Saya sibuk dengan rutinitas dan berakhir dengan tidak menghasilkan satu tulisan pun. Aaaaaaaaa….

Lalu, yang akhirnya saya lakukan adalah curhat di blog ini, hahahahaha….

Sebenarnya saya bisa saja mulai mencari tahu tentang tips-tips menulis draft, tips melawan prokrastinasi, de-el-el, de-el-el. Tapi saya sadar, sebanyak apapun saya membaca artikel tips dan motivasi itu, kalau belum ada kesadaran dari diri sendiri, yah tetap diam di tempat.

Jadi, pesan saya kepada siapapun yang sama seperti saya, pliss lawan rasa malas dan engganmu! Karena kalau terus dipelihara, apapun yang kamu rencanakan hanya akan menjadi rencana.

Dan satu lagi, jikalau malasmu terlalu besar seperti saya, buatlah rencana atau target yang mudah dicapai dulu. Target yang ketinggian akan memperbesar rasa malas. Target yang tidak terlalu tinggi akan mempermalukanmu jika itu tidak terlaksana. Iya, kan? Iyalah, masa target segampil itu nggak juga tercapai, issh maluuuu….

Lanjut ke perkara-perkara lain yang tak kunjung tercapai.

Eh, apa ya perkara-perkara lain itu? Coba saya ingat-ingat dulu…
1. Saya ingin merapikan ide-ide cerita saya yang sepertinya sudah memenuhi isi kepala
2. Saya ingin membaca buku tebal, ingin membaca ebook, ingin membaca artikel-artikel yang saya temukan di internet dan sampai sekarang masih tersimpan rapi di laptop
3. Saya ingin membuat craft, apa saja, banyak botol bekas dan kardus terabaikan di rumah.
4. Saya ingin mencoba menggambar dan mewarnai lagi. Sudah ada seperangkat alat menggambar dan mewarnai, tapi bungkus plastiknya saja masih utuh.
5. Saya ingin menulis flash fiction lagi. Semasa jomblo, saya cukup konsisten menulis FF. Buktinya blog ini dahulu kebanyakan diisi dengan FF, bukan curhatan nggak penting seperti sekarang.
6. Saya ingin memajukan dua blog tercinta saya, blog ini dan blog buku di sebelah.
7. Akhir-akhir ini, saya tergoda untuk menulis cerita anak dan mengirimkannya ke penerbit. Ehm, just FYI, tidak lama lagi saya mau woro-woro tentang ‘my first newborn baby’. Tunggu saja, ya. Masih coming soon…
8. Apa lagi ya? Ah, sudah dulu deh, nanti to do list saya makin banyak.

Nah, yang terakhir itu tentang ide-ide yang bertebaran. Sebenarnya sih saya mau tanya, kepada para writer, blogger, dan siapapun kalian yang secara sengaja atau tidak sengaja membaca tulisan ini, bagaimana sih caranya mengelola ide-ide yang bertebaran?

Jadi, salah satu kelemahan (atau mungkin kelebihan) saya adalah saya mudah sekali menemukan ide-ide yang menurut saya bagus atau menarik untuk menjadi bahan tulisan. Lihat suatu gambar, ‘eh kayaknya bagus deh dibikin cerita begini’, baca artikel/berita, ‘eh, kayaknya seru deh kalau yang kayak gini dibikin cerita fiksinya’, dan yang seperti itu.

Masalahnya, sering kali ide itu masih sangat mentah (belum dicuci apalagi direbus) sehingga sejak saya menemukan ide itu, otak saya jadi teralihkan untuk memikirkan pengembangan idenya. Teruuuus dipikirin sampai muncul ide lain, dan akhirnya mikirin ide lain. Yah, begitu deh.

Ih, kan kalau lagi banyak kerjaan, baik di kantor atau rumah, saya jadi nggak konsen. Pikiran dan hati terbagi, cieeeelah… Nah, saya masih amatir banget dalam hal mengelola perasaan, eh maksudnya, mengelola ide-ide yang bertebaran. Pernah nyoba ide-ide itu ditulis dalam sebuah notes, dengan harapan supaya nggak hilang dan berceceran. Tapi tetep aja kepikiran….

Ehehehe… sepertinya curhatnya sudah panjang… jadi mari diakhiri saja another writing yang nggak penting tapi asik untuk diposting, hihihihi….

Salam sukses buat kalian yang punya banyak target dan rencana. Semoga nggak males-malesan kayak saya. Dan semoga saya segera tobat dari kemalasan yang merajalela ini. Amiiin….

Advertisements

6 thoughts on “Tentang Ide-Ide yang Bertebaran, Draft yang Belum Selesai, dan Perkara-Perkara Lain yang Tak Kunjung Tercapai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s