Ramadhan is Coming

Alhamdulillah, Ramadhan telah tiba. Bulan istimewa yang dinanti-nanti kehadirannya oleh seluruh umat Islam dengan alasan masing-masing (I bet you know what I mean) 😉

Seperti sudah lama sekali nggak nge-blog (karena memang beneran udah lama, hahaha)

Bingung mau menulis apa sebenarnya, mungkin ini hanya akan menjadi another curhatan nggak jelas dan nyampah di blog, hehehe….

Saya belum juga menulis flash fiction atau cerita pendek seperti keinginan saya di postingan sebelumnya. Tapi setidaknya saya sudah memenuhi target kecil untuk membaca Light Books dan daftar yang paling akhir.

Soalnya akhir-akhir ini saya agak sibuk mengurus urusan domestik *uhuk*.

Yup, kabar baiknya, saya telah pindah rumah. Yeay! Setelah beberapa bulan tinggal di PMI, akhirnya saya dan suami bisa menempati rumah sendiri. Alhamdulillah.

Memang banyak banget yang harus dilakukan. Mulai dari memindahkan barang-barang pribadi dari rumah masing-masing, mengadakan syukuran, membeli perabotan rumah tangga (Alhamdulillah, sebagian perabotan sudah ada berkat kado-kado pernikahan), dan tentu saja mengatur rumah agar nyaman ditinggali.

Kami berdua sempat merasa benar-benar exhausted dan rada emosi juga, sih saat kami melakukan semuanya tanpa jeda. Seolah pekerjaan rumah tiada habis-habisnya. Tapi, ya mungkin itu tantangannya. Butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk melaluinya.

Antara tinggal di rumah sendiri dan menumpang di rumah mertua, tentu saja banyak bedanya. Dan hal yang paling saya highlight, bold, dan italic, adalah secapek-capeknya tinggal di rumah sendiri, lebih enak dan menyenangkan dibanding menumpang. Serius!

Saat tinggal di rumah sendiri, kita benar-benar belajar banyak hal. Salah satunya, mirip dengan postingan kemarin, masalah prioritas. Saat tinggal di rumah sendiri, yang kondisinya rumah itu blong kosong tanpa perabotan apa-apa, kami dihadapkan pada situasi di mana kami harus memilih barang-barang apa yang benar-benar dibutuhkan (mendesak) dan barang-barang apa yang dibutuhkan tapi tidak mendesak. (Mungkin beda bagi yang uangnya berhamburan, bisa membeli semua perabot rumah sekaligus, hehehe..)

Tinggal di rumah sendiri juga berarti harus pandai-pandai membagi waktu dan berbagi tugas. Walaupun tidak tertulis dan tidak terucap, kami berdua sadar kalau mengurus rumah itu tugas berdua, dan kami berusaha melakukan apa yang kami bisa. Apalagi kami berdua sama-sama bekerja, jadi urusan berbagi tugas memang mau tidak mau harus dilakukan.

Selain itu, salah satu hal yang paling menyenangkan dari tinggal di rumah sendiri adalah saya bisa bebas bereksperimen memasak. Yeay!

Jujur saja, saya bukan tipe perempuan yang suka menghabiskan waktunya di dapur. Saya sendiri punya prinsip, memasak itu untuk bertahan hidup. Kalau sudah ada yang masakin, ya nggak usah masak. Kalau nggak ada yang masakin, ya mending masak daripada ‘nabung’ di warung-warung makan. (ini sih perempuan ngirit, hehehehe)

Memang, sih, masakan saya masih kalah jauh dibanding masakan restoran atau warteg-warteg terenak sekalipun. Bahkan saya pernah bikin perkedel jagung keasinan sampai diprotes suami (padahal di lidah saya, rasanya pas. Aneh, ya?) Tapi setidaknya saya merasa tertantang untuk menaklukkan bahan-bahan makanan itu agar menjadi enak dan lezat dimakan melalui tangan saya, huehehe…

Di samping urusan domestik, bulan ini juga saya pertama kalinya mengadakan giveaway di blog buku saya. Duh, awalnya nggak nyangka banget tiba-tiba dihubungi Hana, ditanya suka baca novel romance atau enggak. Saya jawab suka. Terus dia cerita tentang giveaway Landline karya Rainbow Rowell dari Penerbit Spring.

Waktu itu saya sempat minder (karena memang orangnya sering minder), merasa kalau blog saya sepi dan kurang spesial untuk menjadi host giveaway. Tapi setelah diyakinkan oleh Hana, akhirnya saya mau juga. Giveaway Landline sudah berlangsung sejak tanggal 4 sampai 11 Juni 2016. Bagi yang penasaran, silakan langsung meluncur ke TKP yaaa….

Omong-omong tentang Ramadhan (karena judul postingannya Ramadhan), saya sengaja tidak menargetkan membaca novel. Kebijakan seperti ini sudah lama saya terapkan setiap kali Ramadhan tiba. Saya ingin memanfaatkan bulan suci ini untuk lebih banyak tilawah Al-Qur’an dan membaca buku-buku islami yang menambah wawasan agama saya. Jadi mungkin blog buku akan sepi dari postingan resensi. Sedangkan untuk blog ini, saya kurang tahu juga, yah. Karena blognya boleh diisi dengan apapun yang saya suka dan ingin saya ceritakan, jadi mungkin akan ada beberapa postingan. Atau malah nggak ada postingan sama sekali karena malas, hihihi…

We’ll see…

So, happy fasting! May Allah give us joy and easiness to pray and worship Him in this special month!

Advertisements

3 thoughts on “Ramadhan is Coming

  1. Jadii targetnya gimana Mbaa Ratih? sudah baca apa ajaa ? 😀

    “memasak itu untuk bertahan hidup”
    ah saya juga, “makan untuk bertahan hidup” kita bisa jadi tim yang solid hahaha

    Mohon maaf lahir dan batin untuk Mba Ratih dan keluarga yaa ! 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s