Memetik Inspirasi dari Para Penyanyi

“Never underestimate a girl’s love for her favorite band. Never think even for a minute, that she won’t defend them to her death. Because it’s not just the music that makes that band her favorite. It’s the guys, the gals. It’s the fans. People whom of which she has interacted with, thanks to the band. That band might of saved her life, or just made her smile everyday. That band has never broke her heart and has yet to leave her. No wonder she finds such joy in her music.”

(Alex Gaskarth)

Hai, masih ngomongin tentang penyanyi dan band lagi nih… Karena, yah… memang belum ada ide mau nulis apa lagi… Pardon me, hehehe… (Btw, judulnya sok kece banget yah?)

Tadinya mau ngebahas tentang 5 Seconds of Summer (lagi) tapi takutnya bosen (dan ketauan banget aku lagi tergila-gila dengan mereka) jadi kuputuskan untuk membahas band secara umum aja.

Waktu pertama kali menemukan quote dari Alex Gaskarth di atas, aku langsung ngerasa, yeah! That’s me!

Kenapa? Kenapa aku suka banget sama band? Penyanyi? Lagu-lagu?

Aku juga nggak tahu, hahahaha…

Kadang aku suka mikir-mikir gitu, sejak kapan ya aku mulai suka dengerin lagu?
Bisa jadi sejak TK sih, soalnya inget banget dulu waktu TK lagu favoritku Stinky – Mungkinkah (pantes gedenya labil kayak gini, dari kecil dengerin lagu galau, hahahah)

Yah, waktu SD sih baru kenal lagu-lagu Indonesia. Inget banget, waktu kelas 3 SD, tiap pagi, lagu yang aku nyanyiin Pandangi Langit Malam Ini – nya Jikustik (si Putri apa kabar ya? Huehehe) Terus pas SMP, baru deh kenal lagu-lagu barat, seperti lagu-lagunya N’Sync, BSB, Westlife, Simple Plan, Linkin Park, etc.

Bagiku, lagu bukan sekadar lagu. Tapi semacam media untuk menyampaikan perasaan. Cieeeee…

Serius, setiap kali denger lagu yang sesuai banget ngegambarin perasaan aku, rasanya kayak ketemu soulmate yang menyuarakan isi hati. Kyaaa… hahahaha…

Seperti waktu zaman SMP, aku suka (pake banget) sama Letto. Apalagi lagu Ruang Rindu-nya tuh. Ihik, itu mah jadi lagu kebangsaan kali yaa… Haruskah Ku Mati-nya ADA Band dan Do You Know-nya Enrique Iglesias juga termasuk lagu kebangsaan pas SMP.(dan dari lagu-lagu itu, udah bisa ketebak kan ‘kisah cinta’ ku kayak apa?) Hahahahaha….

enrique-iglesias-press-sitting-2014-billboard-650.jpg

Enrique Iglesias (creativedisc.com)

Bener kata Alex, that band might save her life. Mungkin orang berpikir dengerin lagu-lagu patah hati bikin kita patah hati atau malah makin menenggelamkan diri dalam patah hati. Menurutku, nggak begitu. Ketika mendengarkan lagu-lagu patah hati, aku ngerasa kayak ada seseorang yang mengerti perasaan aku, dan membantuku melepaskan perasaan itu lewat lirik yang aku nyanyikan.

Walaupun, memang harus diimbangi dengan lagu-lagu yang bikin semangat juga dong. Masa patah hati mulu tiap hari, hehehe…

Bagiku, lagu juga seperti pintu ke masa lalu. Setiap masa, pasti ada lagu favoritnya. Kayak waktu SMA, aku lagi suka-sukanya sama Jesse McCartney. Setiap denger Just So You Know, Bleeding Love, Beautiful Soul, aku langsung teringat masa-masa SMA.

jesse-mccartney-style-fashion-looks_5

Jesse McCartney (bestcelebritystyle.com)

Setiap kali denger I Knew I Loved You-nya Savage Garden, ingatanku langsung kembali ke Kuningan, karena meskipun itu lagu jadul, aku baru suka (pake banget) pas tinggal di Kuningan.

Mungkin nanti, beberapa tahun lagi, setiap kali aku denger She Looks So Perfect atau She’s Kinda Hot, aku langsung inget masa-masa sekarang, saat aku lagi tergila-gila dengan 5 Seconds of Summer, hehehe…

Beberapa kehidupan band atau penyanyi juga bisa jadi menginspirasi. Aku termasuk orang yang lebih suka melihat sisi baik seseorang daripada mengingat-ingat hal buruknya (dan itu pula yang sepertinya bikin aku susah move on, hehehe).

Mungkin kehidupan sebagai selebriti, artis, penyanyi, penuh dengan hiruk pikuk keterkenalan dan kemewahan. Tapi kita juga nggak bisa mengenyampingkan fakta kalau banyak dari mereka yang memulainya dari ‘bawah’, berjuang keras untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka, mengisi hidup mereka sesuai dengan passion, minat, dan bakat yang mereka punya.

Contohnya 5 Seconds of Summer (lagi, hahaha)…

12107681_176498406024027_1295055533_n

5 Seconds of Summer (picture from @ashtonirwin)

Ketika aku nyari info tentang band ini, aku kagum banget sama mereka. Mereka memulai band dari langkah kecil yang keliatannya mungkin sepele dan udah dilakuin banyak orang di era digital seperti sekarang, yaitu mengunggah video cover lagu ke Youtube. Mereka terus melakukan itu dan percaya suatu hari nanti 5 SOS bisa jadi ‘besar’ and yes, seperti itulah mereka sekarang. Dipuja-puja ratusan ribu fans dari berbagai belahan dunia, dan ingin terus berkarya dan menginspirasi orang-orang. Saat mengetahui hal itu, jujur aku merasa ‘tersentil’. Kalau mereka aja bisa mewujudkan mimpi-mimpi mereka, kenapa aku enggak?

Aku juga salut dengan para penyanyi atau band yang sudah meninggalkan masa keemasannya, tapi tetap terus bermusik (contohnya a1 dan BSB, hahahaha). Walaupun ketenaran mereka sudah digeser dengan kehadiran penyanyi-penyanyi baru, tapi aku yakin, mereka tetap punya fans sejati yang amat loyal.

So, setelah berpanjang-panjang kata, inti dari tulisan ngalor-ngidul ini adalah, aku cuma pengen bilang, kalau mungkin kelihatannya sepele atau nggak guna, nge-fans sama penyanyi atau band-band gitu. Tapi sebenernya nggak sesepele itu, ada banyak hal yang bisa kita ambil, bisa jadi inspirasi, bisa jadi semangat, bisa jadi motivasi dari para penyanyi itu.

Tanpa lagu-lagu mereka, mungkin sebagian cerpenku nggak akan pernah ada. Tanpa lagu-lagu mereka, mungkin aku nggak punya banyak kenangan, nggak punya banyak pagi yang dilalui dengan lirik-lirik yang bikin semangat, nggak punya sesuatu yang buat aku ingat, “Oiya, dulu waktu aku sedih, aku dengerin lagu ini lho!” , “Oiya, dulu waktu aku lagi jatuh cinta, ini lagu yang terus aku nyanyiin lho!”, dan berbagai hal lain yang mungkin nggak akan pernah ada tanpa penyanyi dan lagu-lagunya.

Bagiku, nge-fans itu bukan sekadar suka sama tampang ganteng atau suara bagus (walaupun itu pasti terjadi sih, hehehe), tapi juga mendukung dan mengambil hal baik dari siapa yang kita kagumi. Iya, kan?

Bagiku, nggak salah kok nge-fans dengan artis, penyanyi, band, asal nggak berlebihan (walaupun kenyataannya aku sering berlebihan saat suka dengan band/penyanyi). Asal nggak melakukan tindakan konyol atau membahayakan diri kita dan orang lain. Iya, kan??

So, yang ngerasa 5 SOS fam, mana suaranyaaaaaaaaa???
(teteup) 😀

 

tumblr_nkjhqkYZ8J1u3vftjo1_500

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s