5 Langkah Menulis Cerpen

books-690219_1280 (2)

Setelah menulis 5 Sumber Ide Menulis Cerita, saya sudah berniat untuk berbagi writing tips lagi, tapi belum kepikiran tentang apa. Nah, kemarin ada teman yang bertanya tentang menulis cerpen. Saya pikir, bagus juga kalau berbagi pengalaman menulis cerpen.

Perlu diketahui, saya bukan cerpenis ulung atau penulis profesional. Langkah-langkah yang saya tulis di bawah ini, berdasarkan pengalaman pribadi saja. Boleh dipercaya, boleh tidak. Boleh dipraktikkan, boleh diabaikan. It’s up to you. Baiklah, kita mulai saja:

1. Membaca Cerpen

Baca dulu baru menulis. Tidak ada tulisan tanpa membaca. Bagi saya itu mutlak hukumnya. Jika ingin menulis cerpen, bacalah cerpen. Jika ingin menulis novel, bacalah novel. Jika ingin menulis esai, bacalah esai. Jika ingin menulis artikel, bacalah artikel. Intinya, jika ingin menulis apapun, bacalah sesuatu.

Baca cerpen-cerpen yang kira-kira menarik hatimu. Bisa cerpen klasik luar negeri, cerpen dari penulis lokal, cerpen di majalah, cerpen di koran, cerpen di internet atau di mana pun. Buku kumpulan cerita juga banyak beredar di toko-toko buku, tinggal kamu pilih.

Catat hal yang kamu sukai dari cerpen-cerpen yang kamu baca. Catat hal yang menurutmu bagus dan kurang bagus. Catat tokoh-tokoh yang tak bisa kamu lupakan, ide cerita yang menggugah pikiranmu, diksi dan kosakata yang baru kamu temui. Semua ini, nantinya bisa menjadi sumber inspirasi sekaligus sumber pembelajaran.

2. Tentukan Tokoh Utama

Setiap kali menulis, saya hampir selalu beranjak dari tokoh. Tokoh seperti apa yang ingin kamu angkat dalam cerpenmu. Siapa dia? Seperti apa rupanya? Apakah dia manusia, hewan, tumbuhan, benda-benda, malaikat? Seperti apa kehidupannya? Menentukan tokoh juga akan membantumu dalam menentukan latar waktu dan tempat dalam cerpenmu.

Salah satu cerpen Dee di bukunya Filosofi Kopi, memiliki tokoh seekor kecoak yang jatuh cinta pada anak perempuan yang tinggal di rumah tempat si kecoak bernaung. Bernard Batubara pernah menulis cerpen dengan tokoh Kuntilanak. Ya, dalam membuat cerpen, kamu bebas menentukan tokohmu.

3. Rancang Konflik

Setelah menemukan tokoh, rancanglah konflik atau masalah yang terjadi pada si tokoh. Karena ini cerpen, konflik yang dibuat tak perlu terlalu rumit apalagi sampai beranak-pinak. Cukup satu masalah, atau paling tidak dua.

Apa yang diinginkan oleh tokohmu? Apa yang terjadi kemudian? Bagaimana dia menghadapi peristiwa tersebut? Apakah ada sesuatu yang menghalangi dia untuk mendapatkan keinginannya?

Itu sedikit rumus umum dalam merancang konflik. Kamu bisa mengeksplorasinya lagi, tapi tetap ingat, ini cerita pendek.

4. Tulis Cerpenmu

Iya, tulis cerpenmu. Sebagus dan sekeren apapun ide yang kamu miliki, tidak akan pernah disebut cerpen jika hanya bertengger di kepala. Tulis saja semuanya. Tulis dan tulis. Abaikan menyunting dan merevisi. Itu soal belakangan. Tulis sampai kamu yakin kalau kamu sudah tiba di baris tempat ceritamu berakhir.

Tulis dan tulis. Tulis saja semuanya. Jangan berhenti sampai kamu tiba di akhir cerita.

5. Pilih Judul yang Menarik

Jangan lupa memberi judul pada cerpen yang baru saja kamu tulis. Pilihlah judul yang menarik dan berkait dengan ceritamu. Biasanya, judul diambil dari benang merah cerita. Kalau kamu stuck dengan judul, tak perlu risau. Nanti setelah kamu baca-baca lagi, pasti ketemu juga.

Nah, itulah sedikit yang bisa saya bagi dalam hal tulis menulis cerpen. Bagi saya, cerpen itu tulisan yang bergerak cepat, jadi tak perlu berlama-lama dalam mendeskripsikan sesuatu. Beri porsi yang sesuai antara narasi dan dialog. Juga, jangan anggap menulis sebagai suatu beban.

Menulislah karena bagimu menulis sama menyenangkannya dengan makan, tidur, atau jalan-jalan. Menulislah karena kamu menyukainya. Menulislah karena menulis membuatmu bahagia atau lega.

Beberapa cerpen yang saya sukai dan mungkin kamu tertarik untuk membacanya;

1. Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa
2. Sepotong Senja untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma
3. Pangeran Bahagia (The Happy Prince) dan Raksasa Egois (The Selfish Giant) karya Oscar Wilde

Selamat Menulis 🙂

just get it written

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s